Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Evaluasi PPKM Mikro, Kapolresta Malang Kombes Pol Leonardus Simarmata Sebut Zona Kuning Bertambah

Kapolresta Malang Kota, Kombespol Leonardus Simarmata, menyatakan bahwa Kota Malang mengalami penambahan zona kuning di sejumlah daerah

Pemkot Malang
Suasana dalam kegiatan evaluasi PPKM mikro yang dilakukan oleh Forkopimda Kota Malang di ruang rapat balai Kota Malang, Selasa (9/3/2021). 

Berita Malang Hari Ini
Reporter: Rifky Edgar
Editor Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | MALANG - Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata, menyatakan bahwa Kota Malang mengalami penambahan zona kuning di sejumlah daerah.

Dari semulanya zona kuning hanya berjumlah 195 di tiap daerah, dalam minggu ini bertambah menjadi 206 zona kuning.

"Hasil rapat evaluasinya sama bapak Kapolda dan ada pak wali juga jadi menekankan ada penambahan zona kuning yang kemarin kita 195 kita minggu ini 206," ucap Leo seusai menghadiri evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro secara virtual dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Selasa (9/3/2021).

Penambahan zona kuning tersebut disampaikan oleh Leo karena ada penambahan klaster positif Covid-19 di Yayasan Bhakti Luhur.

Oleh karenanya, penekanan dalam perpanjangan PPKM Mikro di Kota Malang sampai 22 Maret 2021 mendatang ialah fokus menurunkan zona Kuning di Kota Malang.

"Jadi penambahan ini kita sampaikan tadi bahwa memang ada kluster tambahan dan kita berjuang supaya minggu depan zona kuning ini bisa berkurang dari 206 ini, mau kita itu ya kita turunkan ini. Itu tadi target untuk minggu depan," ucapnya.

Selain itu, Leo juga telah memiliki strategi agar kasus pasien Covid-19 di Kota Malang menurun.

Salah satunya ialah menerapkan posko PPKN sampai ke tingkat RT melalui posko yang telah didirikan.

Posko itulah telah didirikan di semua RT di Kota Malang baik RT tersebut berada didalam zona merah orange kuning maupun hijau.

"Dan alhamdulilah, Pemkot Malang juga mempersiapkan anggaran itu kan. Itu yang sangat bagus sekali. Jadi tidak ada yang artinya suwadaya itu. Itu semua terdukung oleh anggaran," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved