Breaking News:

Bapak Paksa Anak Kandung Jadi Budak Pemuas Nafsu, Terjadi di Rumah Saat Ibu Bekerja Banting Tulang

Terungkap kronologi bapak paksa anak kandung jadi budak pemuas nafsu berhasil menjadi sorotan. Aksi cabul ini dilakukan saat istri berangkat kerja

Tribunnews
Ilustrasi anak jadi pemuas nafsu bapak 

SURYAMALANG.COM - Terungkap kronologi bapak paksa anak kandung jadi budak pemuas nafsu berhasil menjadi sorotan. 

Mirisnya, sang bapak melakukan tindakan cabul kepada anak kandungnya sendiri di rumah ketika sang istri berangkat bekerja. 

Kini, sosok bapak paksa anak kandung jadi budak pemuas nafsu itu harus menjalani hukuman atas tindakan yang ia lakukan. 

Seorang pria bernama Djamaludin (52) ditangkap aparat Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara usai menjadi pelaku pencabulan.

Ironisnya, Djamaludin tega mencabuli anak perempuannya sendiri, J, yang masih berusia 16 tahun.

Ilustrasi
Ilustrasi (IST/wordpress)

Baca juga: Pembesaran Payudara Berujung Pertumpahan Darah, Cewek Bunuh Pacar Karena Tolak Bayar Biaya Operasi

Baca juga: Puaskan Birahi Pelanggan Secara Keroyokan dalam Prostitusi, Gadis di Bawah Umur Dijadikan Sapi Perah

Baca juga: Tergiur Upah Rp 10 Juta, 2 Pria Asal Malang Ini Mau Ambil 114,5 Gram Sabu-sabu di RS

"Pelaku adalah ayah kandung korban. Korban ini inisialnya J berusia 16 tahun dan saat ini masih menjadi siswa di salah satu sekolah SMK," kata Kanit PPA Polres Metro Jakarta Utara AKP Andry Suharto, Rabu (10/3/2021) dikutip dari Tribunnews artikel 'Seorang Ayah di Jakarta Utara Tega Cabuli Putri Kandung Saat Ibunya Berangkat Kerja'.

Kasus ini terungkap setelah J memberanikan diri membeberkan seluruh tindakan bejat sang ayah kepada ibunya.

Dalam ceritanya, J mengungkap bahwa aksi cabul sang ayah dilakukan di dalam rumah sendiri, setiap sang ibu bekerja.

"Pencabulan ini sudah dilakukan pelaku kurang lebih satu tahun belakangan di rumah kontrakannya di wilayah Koja, Jakarta Utara," ucap Andry.

x

Pelaku pencabulan anak di bawah umur, I (52) di Pinrang menangis dan mengaku menyesal dengan perbuatannya. (TribunTimur.com/Nining Angraeni)

Halaman
1234
Penulis: Frida Anjani
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved