Breaking News:

Gratis, Begini Cara dan Syarat Mengurus Akta Kematian di Disdukcapil

Ketika seseorang meninggal dunia, keluarga perlu mengurus akta kematian di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) setempat.

Editor: Zainuddin
Tribunnews.com
Ilustrasi 

SURYAMALANG.COM - Ketika seseorang meninggal dunia, keluarga perlu mengurus akta kematian di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) setempat.

Tujuannya adalah agar kematian tersebut tercatat oleh negara secara sah.

Dokumen ini juga dibutuhkan untuk berbagai hal lain, seperti pengurusan warisan, dana pensiun, dan klaim asuransi.

Setelah pelaporan kematian tersebut, maka data penduduk milik almarhum akan terhapus dari daftar kependudukan, seperti Kartu Keluarga, dan Nomor Induk Kependudukan.

Kemudian petugas akan menerbitkan Kartu Keluarga baru dan Surat/Akta Kematian sesuai Peratutan Presiden nomor 25 Tahun 2008.

Berikut ini berkas untuk mengurus akta kematian di Disdukcapil:

  • Fotokopi KTP orang yang meninggal dunia,
  • Fotokopi KTP pelapor kematian,
  • Fotokopi KTP saksi (saksi adalah orang yang mengetahui peristiwa kematian yang dilaporkan),
  • Fotokopi Akta Kelahiran dan Akta Perkawinan (apabila sudah menikah),
  • Fotokopi Kartu Keluarga orang yang meninggal dunia dan pelapor,
  • Surat keterangan kematian dari rumah sakit, puskesmas, atau dokter,
  • Surat keterangan kematian dari kelurahan,
  • Surat keterangan kematian dari RT.
  • Bila seseorang tidak diketahui keberadaannya, pencatatan kematian baru bisa dilakukan setelah ada penetapan dari pengadilan.

Misalnya, orang tersebut sudah lama hilang atau diperkirakan meninggal namun tidak ditemukan jenazahnya.

Sementara itu, apabila orang yang meninggal tidak diketahui secara jelas identitasnya, maka instansi pelaksana akan mencatat kematian sesuai keterangan dari kepolisian.

Cara mengurus akta kematian

  • Pelapor minta surat pengantar dari RT dan RW. Apabila almarhum meninggal di rumah sakit, maka dapat minta surat keterangan dokter,
  • Pelapor menyerahkan berkas dokumen persyaratan ke kantor kelurahan guna mendapat surat keterangan kematian,
  • Surat dan berkas yang sudah ada nantinya diserahkan ke kantor kecamatan guna proses pengesahan oleh pihak kecamatan untuk dilanjutkan ke Disdukcapil,
  • Pelapor membawa dokumen persyaratan surat kematian lengkap ke kantor catatan sipil setempat,
  • Nantinya, pelapor harus mengisi formulir yang diberikan oleh petugas dan memasukkannya ke dalam map beserta dengan syarat dokumen di atas,
  • Kemudian serahkan dokumen tersebut ke bagian pendaftaran akta untuk diperiksa kelengkapan persyaratannya dan dimasukkan ke sensus administrasi penduduk,
  • Pelapor akan dimintai kontak jika perlu dihubungi lebih lanjut apabila ada dokumen yang kurang atau salah,
  • Pelapor tinggal menunggu Proses Penerbitan Akta Kematian di Disdukcapil paling lambat 14 hari.
  • Setiap kematian penduduk sebaiknya dilaporkan Disdukcapil setempat paling lambat 30 hari sejak tanggal kematian.

Pelayanan pembuatan akta ini tidak dipungut biaya alias gratis.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Syarat dan Cara Mengurus Akta Kematian di Disdukcapil", Klik untuk baca: https://megapolitan.kompas.com/read/2021/03/11/10340651/syarat-dan-cara-mengurus-akta-kematian-di-disdukcapil?page=all#page2

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved