Breaking News:

Berita Lumajang Hari Ini

Pemerintah Lumajang Usulkan Mayjend Imam Syudjai (Imam Soedja'i) Jadi Tokoh Pahlawan Nasional

Pemerintah Lumajang Usulkan Mayjend Imam Syudjai (Imam Soedja'i) Jadi Tokoh Pahlawan Nasional

IST
Mayjend Imam Syudjai (Imam Soedja'i). 

SURYAMALANG.COM, LUMAJANG - Pemerintah Kabupaten Lumajang berencana mengusulkan nama Mayjend Imam Syudjai (Imam Soedja'i, ejaan lama) yang merupakan perintis perguruan pesilat dari Pencak Organisasi (PO) masuk dalam daftar Pahlawan Nasional.

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq menjelaskan, pencalonan ini layak untuk didukung karena Mayjend Imam Syudjai merupakan tokoh pejuang Kemerdekaan Indonesia asal Kota Pisang.

“Ide atau gagasan mengusulkan Mayjend Imam Syudjai menjadi pahlawan nasional itu berdasarkan fakta sejarah yang menjadi bagian dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia,” kata Bupati Thoriq, saat menghadiri musyawarah nasional (Munas) dan rapat kerja nasional (Rakernas) PO di Gedung BKD Kabupaten Lumajang, Sabtu (14/3/2021).

Bupati Thoriq melanjutkan, agar gagasan tersebut bisa tercapai pihaknya akan bekerja sama dengan provinsi Jawa Timur guna mengumpulkan bukti-bukti sejarah perjuangan Imam Sudjai di masa itu.

“Yang berikutnya ini tidak bisa sendiri dari Kabupaten perlu dukungan dari Provinsi Jawa Timur nah berikutnya akan ada paparan kenapa ini diusulkan bersama melampirkan catatatan-catatan bukti perjuangannya,” tandasnya.

Sekilas, Mayjend Imam Syudjai lahir di Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan pada 25 September. Ia yang merupakan putra keluarga dari tokoh pemuka agama Islam, sejak kecil dirinya sering bergaul dengan para aktivis Sarekat Islam.

Saat memasuki usia muda, Mayjend Imam Syudjai kemudian mendalami ilmu pencak silat dari Eyang Kusumo yang merupakan keluarga besarnya yang tinggal di Bandung.

Setelah belajar di sana Mayjend Imam Syudjai kemudian melakukan pengembaraan mempelajari ilmu bela diri Nusantara.

Setelah beberapa tahun mengembara, Mayjend Imam Syudjai kemudian kembali ke Lumajang dan mulai aktif dalam Partai Sarekat Islam Lumajang.

Ia kemudian mengorganisir pemuda untuk ikut dalam kancah pergerakan melawan Belanda yang kemudian direkrut dalam suatu wadah perguruan silat bernama Pencak Organisasi.

Setelah banyak melahirkan jawara sejak tahun 1942 Imam Sudjai kerap memimpin para pejuang dari Lumajang untuk mengusir Belanda dari Indonesia.

Dan akhirnya pada pada 29 Januari 1953 Mayjend Imam Syudjai meninggal dunia di Lumajang karena sakit yang diderita.

Penulis: Tony Hermawan
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved