Minggu, 12 April 2026

Berita Malang Hari Ini

7,226 Warga Kota Malang Terima Bantuan Pangan Non-Tunai

Sebanyak 7.226 warga Kota Malang mendapatkan Bantuan Pangan Non Tunai Daerah (BPNTD), Selasa (23/3/2021).

rifky edgar/suryamalang.com
Wali Kota Malang, Sutiaji, saat memberikan bantuan pangan nontunai di kantor kecamatan Kedungkandang, Selasa (23/3/2021). 

Berita Malang Hari Ini
Reporter: Rifky Edgar
Editor Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | MALANG - Sebanyak 7.226 warga Kota Malang yang masuk ke dalam Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di wilayah Kota Malang mendapatkan Bantuan Pangan Non Tunai Daerah (BPNTD), Selasa (23/3/2021).

Bantuan tersebut diberikan oleh Pemerintah Kota Malang melalui Dinsos P3AP2KB Kota Malang di Kantor Kecamatan Kedungkandang.

Kecamatan Kedungkandang dipilih, lantaran menjadi wilayah di Kota Malang yang akan kemiskinannya cukup tinggi dibandingkan dengan empat kecamatan lainnya di Kota Malang.

"Kecamatan Kedungkandang kami pilih karena angka kemiskinannya cukup tinggi. Untuk menentukan itu banyak variabelnya, jadi kami launching di sini," ucapnya.

Sutiaji, menjelaskan bahwa BPNTD yang diberikan kepada KPM dalam setiap bulannya melalui mekanisme uang elektronik sebesar Rp 125.000.

Besaran nilai bantuan yang diberikan itu mengalami kenaikan sebesar 12 persen dari tahun lalu yang mencapai Rp 110.000.

BPNTD ini hanya dapat digunakan untuk berbelanja beras di e-warung. 

Dengan kenaikan besaran yang diperoleh tersebut, Sutiaji berharap masyarakat dapat menggunakannya untuk membeli beras dengan jenis premium, agar nantinya masyarakat tetap sehat dengan mengkonsumsi nutrisi karbohidrat yang lebih berkualitas.

"Untuk yang kali ini, kartu yang dimiliki KPM sedikit berbeda. Sebelumnya. terdapat tanda barcode di kartu tersebut yang bertujuan untuk memudahkan para petugas saat akan mendata KPM yang akan mencairkan BPNTD mereka," ucapnya.

Sementara itu, Kadinsos P3AP2KB, Penny Indriani mengatakan bahwa BPNTD ini juga merupakan upaya Pemkot Malang dalam melaksanakan program rehabilitasi sosial dasar bagi penyandang disabilitas, anak terlantar, dan gelandangan serta pengemis.

Harapannya, dapat mengurangi angka kekurangan gizi terutama stunting pada balita serta memperpanjang usia harapan bagi lansia.

"Intinya ini untuk meningkatkan taraf hidup dari pola makan yang lebih baik, yang kesemuanya dilakukan untuk mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Kota Malang," tandas Penny.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved