Kesehatan
Apa Itu Oligospermia ? Gangguan Berupa Jumlah Sperma Sedikit, Ini 4 Tanda Perlu Diperhatikan Pria
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jumlah sperma rata-rata pada pria, yakni 15 juta sperma per mililiter (ml) air mani atau lebih.
SURYAMALANG.COM - Gangguan organ atau fungsi reproduksi pada pria seringkali tidak dipandang serius.
Gangguan organ reproduksi ini di antaranya bisa berakibat pada kualitas dan kuantitas sperma yang memiliki peran penting dalam proses reproduksi.
Dalam artikel ini akan dibagi info tentang kondisi jumlah sperma yang sedkit dan hal-hal terkait yang perlu diperhatikam terkait gangguan itu.
Jumlah sperma sedikit in secara umum bisa didefinisikan sebagai kondisi ketika cairan (air mani) yang diejakulasikan oleh pria selama orgasme mengandung lebih sedikit sperma dari jumlah rata-rata.
Dalam dunia medis, kondisi ini dapat disebut sebagai oligospermia.
OligospermIa kiranya temasuk kondisi yang layak diwaspadai, khususnya bagi pria atau pasangan yang ingin segera memiliki keturunan.
Pasalnya, jumlah sperma yang sehat sering kali diperlukan untuk kesuburan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jumlah sperma rata-rata pada pria, yakni 15 juta sperma per mililiter (ml) air mani atau lebih.
Jadi, jumlah sperma pria bisa dianggap lebih rendah jika kurang dari 15 juta sperma per ml air mani.
Berikut ini adalah klasifikasi oligospermia yang bisa dialami pria:
Oligospermia ringan didiagnosis ketika jumlah sperma turun antara 10 sampai 15 juta sperma/ml
Oligospermia sedang didiagnosis ketika jumlah sperma turun antara 5 sampai 10 juta sperma/ml
Oligospermia parah didiagnosis ketika jumlah sperma turun antara 0 dan 5 juta sperma/ml
Melansir Health Line, tidak jelas berapa banyak atau angka prevalensi pria yang memiliki jumlah sperma rendah dalam air mani.
Hal itu dikarenakan, tidak semua orang dengan kondisi tersebut terdiagnosis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/ilustrasi-penyakit-testis-sperma.jpg)