Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Gandeng 21 Kampus, LSF Dukung Gerakan Sosialisasi Sensor Mandiri

Perguruan tinggi di Malang yang ikut MoU dengan LSF adalah Universitas Islam Malang (Unisma) dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Unisma
Rektor Unisma Prof Dr Maskuri MSi (kanan) saat MoU dengan Lembaga Sensor Film (LSF) di Jakarta, Rabu (31/3/2021). Ada 21 perguruan tinggi yang melakukan MoU dengan LSF. 

Berita Malang Hari Ini
Reporter: Sylvianita Widyawati
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | MALANG - Lembaga Sensor Film (LSF) bersama 21 perguruan tinggi negeri dan swasta menandatangani Nota Kesepahaman Bersama (MoU) di Jakarta, pada Rabu (31/3/2021).

Perguruan tinggi di Malang yang ikut MoU adalah Universitas Islam Malang (Unisma) dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

LSF sebagai lembaga yang sangat dekat dengan dunia pendidikan dan kebudayaan dalam konteks ini memberikan kesempatan generasi muda yang ada di kampus untuk menyensor, memantau film dan juga melakukan sosialisasi sensor mandiri.

Ketua LSF Rommy Fibri Hardiyanto berharap perguruan tinggi akan mendukung sosialisasi sensor mandiri menjadi gerakan nasional. 

“Aksi dan sosialiasi budaya sensor mandiri dapat disinergikan dengan aktivitas Tri Dharma perguruan tinggi, guna mendukung gerakan Merdeka Belajar dan gerakan Kampus Merdeka. Oleh karena itu, kerja sama ini diharapkan akan mendukung sosialisasi sensor mandiri menjadi gerakan nasional,” ujarnya dalam siaran pers Kemendikbud, Kamis (1/4/20221)

Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayan (Menko PMK) Muhadjir Effendy yang turut hadir dan membuka acara tersebut menyampaikan dukungannya atas kerja sama LSF dengan perguruan tinggi.

“Saya kira ini momen yang tepat, kita libatkan generasi muda untuk turut serta mencerdaskan dan menjaga budaya Indonesia melalui gerakan sensor mandiri.” kata Muhadjir. 

Ketua Komisi I DPR RI, Meutya Viada Hafid, mengatakan LSF harus menjadi dewan sensor film yang selalu terbuka dan melibatkan masyarakat luas termasuk perguruan tinggi agar film yang dipertontonkan menjadi film yang diterima oleh seluruh masyarakat. 

”LSF tidak boleh sendiri, tidak boleh merasa memiliki keilmuan sendiri untuk melakukan sensor, tapi melibatkan seluruh unsur masyarakat terutama unsur dari kampus atau akademik,” ujar Meutya. 

Ruang lingkup kerja sama tersebut antara lain berkaitan dengan penguatan regulasi dan kebijakan, advokasi dan pemantauan, penelitian dan pertukaran informasi, penempatan mahasiswa magang dan pengabdian masyarakat.

Juga kuliah umum, workshop dan diskusi ilmiah lainnya, serta pemanfaatan sumber daya manusia, fasilitas sarana dan prasarana untuk kepentingan percepatan sosialisasi Gerakan Budaya Sensor Mandiri.

Adapun 21 PT yang  menandatangani kerja sama ini yaitu Akademi Film Yogyakarta, IAIN  Batusangkar, Institut Seni Budaya Indonesia Bandung, Institut Seni Indonesia Padang Panjang dan Unisma Malang.

Kemudian Universitas Islam Negeri Gunung Djati Bandung, Universitas Lambung Mangkurat Kalimantan Selatan, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat. Serta ada Universitas Negeri Jember, Universitas Nasional, Institut Pertanian Bogor, Universitas Tanjung Pura.

Lalu Universitas Al Azhar Indonesia, Universitas Al Asyariah Mandar, Universitas Mercu Buana Jakarta, Universitas Muhammadiyah Malang, Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka, Universitas Muhammadiyah Tangerang, Universitas Nahlatul Ulama Indonesia, dan Universitas YARSI.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: isy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved