Breaking News:

Tips Kesehatan

Ini Penyebab dan Cara Menurunkan Darah Tinggi Pada Ibu Hamil, Berat Badan dan Olahraga Jadi Penting

Pada ibu hamil yang mengalami hipertensi, tekanan darahnya bisa melonjak di atas 140/90 mmHg.

Editor: Dyan Rekohadi
liberationnews.org
ILUSTRASI kehamilan 

2. Hipertensi gestasional

Hipertensi gestasional hanya terjadi selama kehamilan dan tanpa adanya protein dalam urine atau perubahan fungsi hati.

Wanita biasanya mengembangkan kondisi ini pada paruh kedua kehaman atau setelah 20 minggu pertama kehamilan.

Bentuk tekanan darah tinggi ini biasanya bersifat sementara dan cenderung hilang setelah melahirkan.

Namun, hal itu dapat meningkatkan risiko wanita terkena tekanan darah tinggi di kemudian hari.

Dalam beberapa kasus, tekanan darah akan tetap tinggi setelah kehamilan, yang mengakibatkan hipertensi kronis.

3. Preeklamsia

Preeklamsia adalah kondisi tekanan darah tinggi yang bisa dialami wanita selama kehamilan atau setelah melahirkan.

Ini adalah kondisi serius yang dapat menimbulkan konsekuensi yang parah.

Preeklamsia biasanya terjadi pada trimester ketiga.

Ini jarang terjadi setelah melahirkan, tetapi masih mungkin.

Dokter sering mendiagnosis preeklamsia setelah melakukan pengukuran tekanan darah dan menguji sampel darah dan urine.

Wanita yang mengalami preeklamsia ringan mungkin tidak mengalami gejala apa pun.

Jika gejala preeklamsia berkembang, itu bisa termasuk:

-Tekanan darah tinggi

-Proteinuria

-Pembengkakan berlebihan pada wajah dan tangan

-Pertambahan berat badan karena retensi cairan

-Sakit kepala

-Pusing

-Sifat lekas marah

-Sesak napas

-Sakit perut

-Mual Muntah

-Penglihatan kabur

-Kepekaan terhadap cahaya

Preeklamsia dengan kejang, atau eklamsia, adalah kondisi yang berbeda. Ini bisa berakibat fatal.

Setelah mengenal penyebab dan jenis tekanan darah tinggi pada ibu hamil, kenali juga cara menurunkan tekanan darah pada ibu hamil.

Melansir Motherly, berikut tujuh cara menurunkan tekanan darah tinggi pada ibu hamil:

1. Kurangi garam

Mengonsumsi terlalu banyak garam dapat menyebabkan hipertensi.

Coba ganti garam dengan rempah-rempah yang punya cita rasa gurih.

Selain itu, hindari makanan kaleng, makanan olahan, dan makanan cepat saji.

Makanan kaleng, olahan, dan cepat saji umumnya mengandung natrium yang cukup tinggi.

2. Konsumsi makanan tinggi kalium

Kalium dapat membuat tekanan darah tinggi menjadi lebih stabil.

Konsumsi makanan tinggi kalium seperti biji-bijian utuh seperti gandum, pisang, kentang, kacang merah, sampai tomat.

Penelitian menunjukkan, biji-bijian utuh yang kaya kandungan serat efektif mengatasi hipertensi.

Bila perlu, kombinasikan beberapa bahan makanan kaya kalium menjadi satu menu khusus.

Misalkan untuk sarapan, Anda bisa membuat roti gandung dengan isian telur dadar dan aneka sayuran.

3. Kurangi stres

Bagi ibu hamil maupun tidak, stres dapat meningkatkan tekanan darah.

Coba atasi dengan meminimalkan atau buat jarak dengan sumber stres dan kecemasan.

Selain itu, lakukan sesuatu yang bisa bikin rileks.

Misalnya meditasi, yoga, atau teknik pernapasan.

Tak hanya bermanfaat untuk mengurangi stres, ketiga hal tersebut juga dapat mengatasi nyeri persalinan.

4. Lebih banyak bergerak

Wanita yang kurang bergerak cenderung punya masalah tekanan darah tinggi.

Coba tambahkan aktivitas fisik yang konsisten sepanjang kehamilan.

Selain bisa meningkatkan sirkulasi darah dan menurunkan tekanan darah, banyak bergerak juga mengurangi stres.

Coba berolahraga ringan 30 menit setiap hari. Ibu hamil bisa memilih berjalan, berenang, dan sebagainya.

5. Perhatikan berat badan

Ibu hamil memang perlu memperhatikan asupan sepanjang kehamilan.

Asupan yang kurang tidak baik. Sebaliknya, berlebihan juga tidak disarankan.

Kelebihan berat badan sepanjang kehamilan meningkatkan risiko hipertensi.

Artikel terkait Darah Tinggi dan Kesehatan bisa diikuti di SURYAMALANG.COM

*Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Cara Menurunkan Tekanan Darah Tinggi pada Ibu Hamil dan di Kompas.com dengan judul 10 Penyebab Darah Tinggi pada Ibu Hamil yang Perlu Diwaspadai

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved