Selasa, 21 April 2026

Berita Malang Hari Ini

UIN Malang Adakan Warkshop bagi Tenaga Kependidikan, Ini Tujuannya

tenaga kependidikan (tendik) di UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang mengikuti workshop Metode Penelitian

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: isy
sylvianita widyawati/suryamalang.com
UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan workshop Metode Penelitian bagi Tenaga Kependidikan (tendik) Rabu (7/4/2021). Tendik juga akan memiliki kemampuan meneliti seperti dosen. Mereka meneliti kebijakan di bidangnya. 

Berita Malang Hari Ini
Reporter: Sylvianita Widyawati
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | MALANG - Sebanyak 80 orang tenaga kependidikan (tendik) di UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang mengikuti workshop Metode Penelitian untuk tahap pertama, Rabu (7/4/2021).

Narasumber workshop itu adalah Prof Dr H Imron Arifin MPd yang dikenal sebagai guru besar Universitas Negeri Malang (UM) dengan jumlah tendik di UIN yang ikut ada 170 orang. 

Kepala Pusat Penelitian UIN Malang, Dr Nur Ali MPd, ada perubahan kebijakan Kemenpan RB tentang pegawai struktural menjadi pegawai fungsional tertentu.

Tendik UIN umumnya lulusan S1 dan S2.

Yang nanti akan diteliti tendik adalah kebijakan di bidang yang mereka yang tekuni, misalkan arsiparis, maka ia akan meneliti kebijakan di bidang itu.

Begitu juga yang di keuangan. 

Diharapkan, hasil dari workshop ini akan menghasilkan proposal.

Tentang jumlah riset dan hasilnya oleh tendik, dikatakan memang masih belum ada regulasinya.

Tapi dengan basis ini, tendik bisa naik pangkat lebih cepat, bisa dua tahun sekali.

Jika tidak bisa mengikuti itu, maka kenaikkan pangkatnya juga akan lama.

Ia mengklaim baru di UIN Malang sudah bersiap melaksanakan kebijakan Kemenpan RB dengan memberi pelatihan meneliti buat tendik.

"Pak Rektor sendiri sangat mendukungnya," terang dia.

Rektor UIN Malang, Prof Dr Abdul Haris MAg, dalam sambutannya menyatakan perubahan adalah keniscayaan. 

"Maka semua harus bersikap adaptif pada tugasnya, termasuk memliki keterampilan penelitian," kata Haris.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved