Breaking News:

Ramadan 2021

Lupa Mandi Junub Hingga Masuk Waktu Puasa, Pengasuh PP Manarul Quran Lumajang: Puasanya Tetap Sah

bagaimana jika seseorang pada malam hari bulan Ramadan dalam keadaan junub setelah melakukan hubungan suami istri, lalu saat sahur lupa mandi junub

Canva.com
Ilustrasi pria berwudu untuk niat mandi junub 

Ramadan 2021
Reporter: Yusron Naufal Putra

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Saat ini, umat muslim tengah menjalankan ibadah puasa Ramadan. Ada berbagai ketentuan yang secara agama diatur dalam pelaksanaan ibadah wajib tersebut. 

Lalu, bagaimana jika seseorang pada malam hari bulan Ramadan dalam keadaan junub setelah melakukan hubungan suami istri, kemudian saat sahur lupa mandi wajib?

Apakah ibadah puasanya menjadi batal?

Pengasuh PP Manarul Quran Lumajang, yang juga Dosen IAIN Jember Dr Abdul Wadud Nafis menerangkan dalam berbagai referensi, hal itu tetap dihukumi sah. 

"Apabila ada suami istri yang sah, pada malam Ramadan, melakukan hubungan suami istri, yang dilakukan belum sampai terbitnya fajar. Kemudian tidak mandi besar sampai Subuh, ulama menyatakan tidak batal puasanya," kata Gus Wadud, sapaan akrabnya, Selasa (13/4/2021). 

Pengasuh PP Manarul Quran Lumajang yang juga Dosen IAIN Jember Dr Abdul Wadud Nafis
Pengasuh PP Manarul Quran Lumajang yang juga Dosen IAIN Jember Dr Abdul Wadud Nafis (istimewa/dok pribadi)

Kesimpulan itu merujuk pada beberapa keterangan baik dari kitab referensi karya ulama maupun dari sumber hadits.

Gus Wadud mengungkapkan, misalnya dalam kitab Kifayatul Akhyar jilid pertama yang memuat penjelasan tentang permasalahan itu.

Sementara penjelasan dari sumber hadits, di antaranya terdapat pada dua hadits, yaitu, yang berbunyi 'Dari Aisyah istri Nabi SAW, ia berkata, “Rasulullah SAW pernah mendapati waktu fajar (waktu Subuh) pada Ramadan dalam keadaan junub bukan karena mimpi basah, kemudian, beliau mandi dan tetap berpuasa.” (HR Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat lain disebutkan, Aisyah dan Ummu salamah (istri-istri Nabi SAW) meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pernah mendapati waktu fajar (waktu Subuh) dalam keadaan junub karena bersetubuh dengan istrinya, kemudian beliau mandi dan tetap berpuasa. (HR Bukhari).

"Hadits ini menunjukkan juga bahwa orang yang melakukan hubungan suami istri pada malam hari di bulan Ramadan, lalu dia tidak mandi besar sampai terbitnya fajar atau subuh, maka puasanya itu sah," terang Gus Wadud yang juga Dosen Universitas Jember. 

Namun, berbeda lagi jika suami istri melakukan hubungan intim di waktu terbitnya fajar.

Hal itu dihukumi batal puasa. 

Persoalannya, bukan karena tidak mandi wajib melainkan karena melakukan hubungan suami istri disaat masuknya waktu puasa.

Editor: isy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved