Cerita Viral Briptu Tivany Dicap Cewek Nakal, Bertindik & Tatoan, Kini Jadi Polwan Bungkam Tetangga

Cerita viral Briptu Tivany dicap cewek nakal, bertindik dan tatoan, kini sukses jadi Polwan bungkam mulut nyinyir tetangga

Penulis: Sarah Elnyora | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/kolase TikTok @tivanyagstn17
Masa lalu Tivany Agustin (pojok kiri dan tengah) dan setelah jadi Polwan (kanan) dicap cewek nakal 

Tivany berharap dengan pengalaman masa lalunya dapat menginspirasi banyak orang untuk lebih percaya diri, termotivasi, dan lebih semangat dalam menjalani hidup.

Tivany juga ingin memberi gambaran bahwa penampilan bukan hal yang mutlak untuk menilai seseorang, apalagi jika membuat orang tersebut patah semangat.

Tivany juga ingin memotivasi para peserta yang mengikuti seleksi penerimaan anggota POLRI baru di tahun-tahun setelahnya.

Berikut cuplikan video-nya:

Kisah inspiratif lain juga dialami anak tukang tambal ban bernama Putri Fajrin (18) yang lulus jadi Polwan

Orangtua Putri Fajrin, Fathor Razi (55) dan Khosniah (41) adalah warga Bonorogo, Kelurahan Lawangan Daja, Kecamatan Pademawu, Pamekasan Jawa Timur.

Putri Fajrin (18), lulus dan diterima di Bintara Polri tahun 2019 Panda Jatim tahun 2019. 

Ayah Putri, Fathor Razi, sehari-hari bekerja sebagai tukang tambal ban dan penjual bensin eceran di samping rumahnya depan Rumah Sakit Mohammad Noer.

Dia mengaku senang dan mengucapkan syukur lantaran Putri, anak nomor dua dari empat bersaudara itu, diterima jadi anggota Polwan, menyusul kakak kandungnya, Mohammad Agung Fadrullah (21), yang diterima jadi polisi 2018 lalu dan kini bertugas di Mabes Polri.

Klarifikasi Biaya Pemakaman di Kelurahan Kepatihan Ponorogo yang Naik dari Rp 500 Ribu Jadi 5 Juta

Putri Fajrin anak tukang tambal ban sukses jadi Polwan diterima tahun 2019
Putri Fajrin anak tukang tambal ban sukses jadi Polwan diterima tahun 2019 (SURYA.co.id/Muchsin)

Saat Fathor Razi ditemui di rumahnya, Jumat (2/8/2019), sementara Putri masih salat dhuha, Fat, panggilan Fathor Razi mengungkapkan, rasa syukur putrinya jadi polisi, karena selama empat bulan menjalani tes hingga pengumuman, tidak dipungut biaya sepersen.

Diakui, kalau mendengar cerita dari beberapa orang, untuk masuk polisi, tak hanya pintar dan fisiknya mendukung, tapi juga harus memiliki banyak uang hingga ratusan juta rupiah.

Tetapi untuk persiapan uang banyak terbantahkan. Karena anaknya lulus murni.

"Anak saya Putri yang diumumkan lulus tadi malam. Begitu juga kakaknya Mohammad Agung Fadrullah, yang lulus tahun 2018 lalu, semuanya tidak dipungut biaya.

Kalau kami disuruh membayar, dari mana kami dapat uang, kami hanya penambal ban,” kata Fat dengan kalimat terbata-bata.

Dikatakan, untuk meluluskan cita-cita anaknya masuk polisi, persiapan fisiknya sudah dilakukan sejak setahun sebelumnya.

Halaman
1234
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved