Berita Malang Hari Ini

Sutiaji Minta Guru Jalani Rapid Test Antigen Secara Sampling Saat PTM Terbatas di Kota Malang

Wali Kota Malang, Sutiaji minta kepada para guru agar dilakukan rapid test antigen secara sampling saat dilaksanakan PTM terbatas.

Penulis: Sylvianita Widyawati | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Sylvianita Widyawati
Wali Kota Malang, Sutiaji saat memberikan briefing pada para guru di SDN Kauman 1 Kota Malang usai memantau pelaksanaan prokes saat pembelajaran tatap muka terbatas, Senin (19/4/2021). 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Wali Kota Malang, Sutiaji minta kepada para guru agar dilakukan rapid test antigen secara sampling saat dilaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas.

PTM terbatas dimulai 19 April 2021 di Kota Malang meski tidak semua sekolah melakukan.

Hal itu disampaikan walikota saat memberi briefing pada guru-guru di SDN Kauman 1 dan SMPN 6 usai melihat pelaksanaan PTM terbatas hari pertama.

"Guru-guru memang sudah divaksin dua kali," jelas Sutiaji pada wartawan.

Guru yang sejak awal sudah merasa demam meski sedikit juga tidak boleh masuk karena khawatir menulari.

Sutiaji berharap PTM bisa terus dilaksanakan. Sebab banyak yang menghendaki tatap muka, terutama dari orangtua.

Dari hasil survei, kekerasan dalam rumah tangga juga tinggi pada anak.

Disamping itu, dari hasil pemantauan, anak juga berada di titik jenuh belajar di rumah.

Sebab mereka sudah setahun tidak bersekolah dengan menjalani pembelajaran daring.

Sejauh ini, kondisi Covid-19 terkendali. Rata-rata yang positif jumlahnya satu digit. Juga ada penurunan kematian.

"Kalau kondisinya seperti September-Desember 2020 lalu, saya tidak berani buka," jawabnya.

Ia ingin anak-anak yang masuk sekolah sebagai duta perubahan di rumahnya. Sehingga orangtua juga ikut menjaga seperti rajin cuci tangan untuk menjaga kondisi anaknya yang harus bersekolah.

Di kesempatan itu, Sutiaji juga menyarankan pemakaian masker yang benar dari para guru, pergantian masker setiap empat jam.

Meski diakui juga dilema untuk wajib memakai masker medis tiga lapis karena limbahnya sulit terurai.

Selain itu, ia minta tidak ada kerumunan saat masuk sekolah. Sehingga harus diatur yang benar.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved