Ramadan 2021

5 Dampak Buruk Tidur Setelah Sahur Ramadan untuk Kesehatan Tubuh, Bisa Picu Diabetes Hingga Obesitas

Inilah lima dampak buruk tidur setelah sahur untuk kesehatan tubuh selama Bulan Ramadan yang bisa menyebabkan diabetes hingga obesitas.

Penulis: Frida Anjani | Editor: Adrianus Adhi
Tribunnews
Ilustrasi Tidur Setelah Sahur 

SURYAMALANG.COM - Inilah lima dampak buruk tidur setelah sahur untuk kesehatan tubuh selama Bulan Ramadan

Daftar dampak buruk tidur setelah sahur bisa memicu penyakit diabetes hingga obesitas

Kebanyakan orang akan memilih untuk tidur setelah sahur lantaran bangun awal untuk makan sahur sering bikin ngantuk.

Belum lagi rasa kenyang selepas makan sahur, membuat tidur justru semakin pulas.

Ilustrasi tidur setelah makan sahur
Ilustrasi tidur setelah makan sahur (Tribunnews)

Baca juga: Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa Hari Ini Selasa 20 April 2021, Kota Malang, Surabaya & Sekitarnya

Baca juga: 7 Amalan Sunnah Saat Buka Puasa Ajaran Nabi Muhammad SAW, Ada Daftar Menu Favorit Rasullullah

Padahal, kebiasaan Tidur Setelah Sahur perlu diwaspadai karena dapat mengancam kesehatan tubuh seperti memicu asam lambung hingga diabetes.

Oleh sebab itulah Anda harus menghindari tidur setelah sahur. Hal ini juga bisa berdampak buruk bagi tubuh terutama pada sistem organ yang mencerna makanan.

Mengutip dari LiveScience, dibutuhkan waktu sekitar tiga jam untuk makanan turun sempurna dari lambung.

Hal tersebut apabila makanan yang dikonsumsi saat sahur kaya karbohidrat, protein, dan sayuran.

Berikut ini dampak buruk tidur setelah sahur bagi kesehatan yang dikutip dari Tribun Jogja, "5 Efek Buruk Kebiasaan Tidur Setelah Sahur":

1. Asam Lambung Naik

Dampak buruk tidur setelah sahur yaitu dapat meningkatkan risiko asam lambung naik. Terutama bagi Anda yang mengonsumsi banyak makanan.

Hal ini bisa terjadi karena saat tidur selepas makan menyebabkan tekanna di dalam lambung meningkat.

Sehingga makanan dan cairan lambung naik kembali ke tenggorokan.

Adapun gejala pada asam lambung yaitu nyeri di sekitar lambung atau perut kiri atas atau merasakan sensasi panas di dada.

2.Gangguan Pencernaan

Lambung manusia membutuhkan waktu kurang lebih dua jam setelah makan.

Namun, jika angsung berbaring, maka hal tersebut akan menghambat proses pengosongan lambung.

Jika ini terus terjadi bisa memicu sembelit atau kesulitan buang air besar.

Untuk mencegahnya, hindari makanan yang tinggi lemak, gula, dan kafein dalam menu sahur.

Untuk itu mulailah perbanyak konsumsi buah-buahan dan sayuran agar proses pencernaan menjadi lebih lancar.

3. Memicu Penyakit GERD

Melansir dari healthline, Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan kondisi umum yang dqpat terjadi apabila tidur selepas sahur.

Adapun gejala dari GERD yakni mulas, sulit menelan, benjolan di tenggorokan, hingga asma yang memburuk di malam hari.

Sebab, tidur setelah makan dapat membuat gejala lebih buruk karena memiliki perut yang penuh ketika Anda berbaring membuat asam lambung lebih mudah naik kembali ke tenggorokan Anda.

4. Diabetes

Tidur setelah sahur juga dapat memicu terjadinya penyakit diabetes.

Sebab, ketika tidur setelah makan dapat memicu gila darah naik drastic di pagi hari.

Cara mengatasinya yaitu dengan memilih makanan yang dapat mencegah gula darah naik seperti mengonsumsi makanan kaya protein, baik telur, susu, daging, dan ikan.

Selain itu, pilihlah karbohidrat yang kaya kandungan serat seperti beras merah, nasi jagung, serta gandum.

5. Memicu Obesitas

Melansir dari Healthline, tidur setelah makan dapat menyebabkan kenaikan berat badan yang memicu obesitas.

Hal tersebut diketahui dari beberapa penelitian yang menunjukkan orang yang tidur setelah makan cenderung menambah berat badan.

Sebab, orang yang makan sebelum tidur ternyata lebih cenderung menambah berat badan hanya karena makanan yang mengandung kalori ekstra.

Beberapa orang juga menjadi sangat lapar hingga makan berlebih pada malam atau dini hari karena mereka tidak makan cukup di siang hari.

Tips Posisi Tidur Jika Sudah Tak Kuat Menahan Kantuk Setelah Sahur

Inilah tips posisi tidur setelah sahur Ramadan jika sudah tidak kuat menahan kantuk. 

Jika Anda tak bisa menahan kantuk, Imelda memberi beberapa tips jika ingin tidur usai sahur agar puasa tetap nyaman tanpa muncul gejala GERD.

Beberapa tips yang bisa dilakukan adalah:

1. Posisi kepala agak tinggi

Tidur setelah sahur dapat dilakukan dengan posisi kepala yang agak tinggi, misalnya dengan menggunakan dua atau tiga bantal agar posisi kerongkongan lebih tinggi dari lambung.

2. Hindari makanan berlemak

Upayakan menghindari mengonsumsi makanan yang berlemak tinggi.

Di antaranya seperti makanan yang digoreng, makanan yang banyak mengandung mentega, keju, dan daging olahan ketika sahur.

Dengan tidak mengonsumsi makanan berlemak, kita membantu proses pengosongan lambung berjalan lebih cepat.

Apabila gejala Gerd tetap muncul setelah kita melakukan dua tips tersebut, Imelda menyarankan agar penderitanya bisa mengonsumsi obat-obat penekan asam lambung sebelum sahur dan sebelum berbuka.

"Tentunya setelah berkonsultasi dengan dokter umum atau dokter spesialis penyakit dalam terlebih dahulu," kata Imelda kepada Kompas.com 29 April 2020.

Penulis: Frida Anjani / SURYAMALANG.COM

Ikuti Berita Terkait Ramadan 2021 Lainnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved