Breaking News:

Ramadan 2021

3 Hari Lagi Nuzulul Quran 2021, Berikut Doa dan Amalan Malam Nuzulul Quran Tiap 17 Ramadan

Berikut penjelasan tentang Nuzulul Quran yang diperingati setiap 17 Ramadan. Lengkapdoa dan amalan yang dapat Anda anjurkan saat malam Nuzulul Quran.

Penulis: Ratih Fardiyah | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM
Ilustrasi - Seseorang membaca Kitab Suci Alquran 

SURYAMALANG.COM - Berikut penjelasan tentang Nuzulul Quran yang diperingati setiap 17 Ramadan.

Dalam artikel ini juga terdapat doa dan amalan yang dapat Anda anjurkan saat malam Nuzulul Quran.

Umat Islam saat ini telah memasuki 14 Ramadan di bulan suci yang penuh berkah.

Tandanya kurang tiga hari lagi umat Islam akan memperingati Nuzulul Quran yang jatuh tiap 17 Ramadan.

Ilustrasi - Membaca Kitab Suci Alquran
Ilustrasi - Membaca Kitab Suci Alquran (SURYAMALANG.COM)

Baca juga: Cara Membuat Susu Kurma, Minuman yang Laris Selama Ramadan 2021 di Kota Blitar

Baca juga: Bacaan Salat Tahajud Lengkap Lafal Latin, Arti dan Tata Caranya, Bisa Dilakukan Sebelum Sahur

Baca juga: 6 Amalan Ini Bisa Jadi Penghapus Dosa Jika Dilakukan Selama Puasa Ramadan, Lengkap Bacaan Dzikir

Baca juga: Jadwal Imsakiyah & Buka Puasa Senin 26 April 2021 di Malang, Surabaya, Sidoarjo dan Sekitarnya

Seperti diketahui, Nuzulul Quran merupakan malam diturunkannya Al-Quran pertama kali yang terjadi pada hari ke 17 Ramadhan.

Pada 2021 ini, malam Nuzulul Quran 17 Ramadhan 1442 H jatuh pada tanggal 29 April 2021.

Lantas sebenarnya apa itu Nuzulul Quran?

Ustaz Tsalis Muttaqin Lc MSi, yang juga Ketua Prodi Ilmu Al Quran dan Tafsir IAIN Surakarta menjelaskan, Al-Quran turun tidak dalam satu waktu, namun dua waktu.

Seperti dilansir dari Tribunnews: Kapan Nuzulul Quran, Malam 17 Ramadhan atau Lailatul Qadar?

Pertama, Al-Quran diturunkan Allah dari Lauhul Mahfuz ke Baitul 'Izzah di langit dunia.

Setelah itu, baru Allah menurunkan Al-Quran dari langit dunia kepada Rasulullah secara berangsur dan bertahap.

Peristiwa diturunkannya Al-Quran dari Lauhul Mahfuz ke Baitul 'Izzah inilah yang disebut sebagai malam Lailatul Qadar.

Seperti dijelaskan dalam Qur'an Surat (QS) Al Qadr 1-5.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al Qadr:

اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ

"Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur'an) pada malam qadar."

وَمَآ اَدْرٰىكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِۗ

"Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?"

لَيْلَةُ الْقَدْرِ ەۙ خَيْرٌ مِّنْ اَلْفِ شَهْرٍۗ

"Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan."

تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ

"Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan."

سَلٰمٌ ۛهِيَ حَتّٰى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

"Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar."

Pada peristiwa Lailatul Qadar, Allah menurunkan Al-Quran secara utuh pada satu waktu.

Allah tidak menyebutkan secara jelas kapan tanggal diturunkannya Al-Qur'an ke Baitul 'Izzah.

Namun hanya memberikan tanda-tandanya seperti surat di atas.

Kemudian, setelah turun ke Baitul 'Izzah, Allah menurunkan Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW secara bertahap.

Turunnya wahyu Al-Quran yang pertama kepada Nabi Muhammad terjadi saat Rasullah berada di Gua Hira.

Malaikat Jibril membawa wahyu pertama kali yakni Al Qur'an surat Al Alaq ayat 1-5.

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ. خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ. اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ. الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ. عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

Artinya: "Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya." (QS. Al Alaq: 1-5).

Namun demikian, muncul perbedaan mengenai waktu pertama kali turunnya wahyu dari langit ke bumi kepada Rasulullah SAW.

Sebagian ulama berpendapat, turunnya wahyu Al-Qur'an ke bumi tetap merujuk pada malam Lailatul Qadar.

Sebagian ada yang mengatakan pada 17 Ramadhan.

Di Indonesia, pada 17 Ramadhan inilah yang biasa di peringati dengan Nuzulul Quran.

Namun di negera lain seperti di Mesir, peringatan Nuzulul Quran terjadi pada 27 Ramadhan.

"Yang di Indonesia yang diperingati adalah malam ketika pertama Rasulullah SAW mendapatkan wahyu."

"Sementara di negara-negara lain seperti di Mesir, ambilnya malam 27 Ramadhan."

"ini merujuk pada sebuah hadits yang menyebutkan malam Lailatul Qadar adalah malam turunnya Al-Quran terjadi pada malam 27 Ramadhan," terangnya.

"Jadi perbedaan-perbedaan ini karena sudut pandangnya berbeda." tambahnya.

Dalam kisah turunnya wahyu pertama, saat itu Rasulullah SAW menginjak usia 40 tahun.

Pada suatu malam, Rasulullah gelisah melihat masyarakat Mekkah karena saat itu banyak yang membuat patung untuk disembah sebagai Tuhan.

Maka, Nabi pun bergegas menuju ke Gua Hira untuk melakukan perenungan, berfikir, memohon petunjuk dan pertolongan dari Allah SWT.

Hingga pada malam 17 Ramadan, turunlah Jibril dalam bentuk pemuda yang gagah, menghampiri Nabi Mihammad SAW dan menyampaikan wahyu pertama.

Bacaan Doa Nuzulul Quran

Berikut Doa Nuzulul Quran yang jatuh pada 17 Ramadan:

Allahummagfir Lii Wa Liwaalidayya Arhamhumaa Kamaa Robbayaanii Shoghiiroo

Artinya:

Ya Allah, ampunilah aku dan kedua orangtuaku dan kasihanilah keduanya sebagaimana mereka mendidikku semenjak kecil.

Doa Nuzulul Quran dibaca ketika memperingati malam Nuzulul Quran.

Doa di atas mempunyai maksud untuk memohon dan meminta ampunan kepada Allah SWT atas semua kesalahan (dosa) diri kita sendiri maupun kedua orangtua kita.

Doa lainnya:

Allahumma Innaka 'aufuwwun Tuhibbul 'Afwa fa'fu'anni

Artinya:

Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai yang meminta maaf, karenanya maafkanlah aku.

Bagaimana cara Nabi Muhammad SAW memperingati Nuzul Quran?

Penuturan sahabat Abdullah bin Abbas radhiallahu ‘anhu tentang apa yang beliau lakukan.

كَانَ جِبْرِيلُ يَلْقَاهُ فِى كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ ، فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ . رواه البخاري

“Dahulu Malaikat Jibril senantiasa menjumpai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada setiap malam Ramadhan, dan selanjutnya ia membaca Al Quran bersamanya.” (Riwayat Al Bukhari)

Penulis: Ratih Fardiyah/Editor: Eko Darmoko/SURYAMALANG.COM.

Ikuti berita menarik Ramadan 2021 dan lainnya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved