Ramadan 2021
Berapa Jumlah Takaran Zakat Fitrah Ramadan 2021 yang Benar? Berikut Penjelasan dan Bacaan Niatnya
Berapa jumlah takaran zakat fitrah yang benar? berikut ulasan selengkapnya lengkap dengan bacaan niat zakat fitrah.
Penulis: Ratih Fardiyah | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM - Berapa jumlah takaran zakat fitrah yang benar? berikut ulasan selengkapnya dalam artikel ini.
Tak hanya jumlah takaran zakat dalam artikel ini juga terdapat bacaan niat zakat fitrah untuk diri sendiri dan keluarga.
Seperti diketahui umat Islam diwajibkan untuk membayar zakat fitrah pada bulan Ramadan.
zakat fitrah merupakan salah satu perintah rukun Islam, sehingga hukumnya wajib.
Lantas gimana cara menghitung zakat fitrah yang benar?

WR Bidang Administrasi Umum, Keuangan dan Perencanaan IAIN Surakarta, Dr.H.Muhammad Munadi, S.Pd M.Pd, membeberkan tata cara menghitung zakat fitrah.
Seperti diketahui, zakat fitrah hukumnya wajib bagi semua umat Islam.
Zakat fitrah harus dibayarkan untuk menyempurnakan ibadah di bulan suci Ramadan.
Baca juga: Kumpulan Pantun Ucapan Idul Fitri Lebaran 2021, Cocok untuk WA, Instagram dan Medsos Lainnya
Baca juga: Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar Tiba, Hadir di Malam Ganjil Ramadan 2021, Ini Doa yang Dianjurkan
Baca juga: Perbedaan Nuzulul Quran & Lailatul Qadar, Apa Kaitan Keduanya, Adakah Amalan Khusus yang Dilakukan?
Baca juga: 4 Amalan yang Dianjurkan di Malam Nuzulul Quran, Jatuh Pada Hari Ini, Ada Salat Malam dan Itikaf
Muhammad Munadi lantas menjelaskan arti kata zakat fitrah.
"Zakat sebenarnya arti katanya tumbuh, berkembang dan bertambah atau subur," ujar Muhammad Munadi dikutip dari TreibunWow: Jumlah Takaran Zakat Fitrah yang Benar, Ini Jawaban Lengkapnya.
"Jadi zakat fitrah artinya kesuburan berkaitan dengan fitrah manusia."
Zakat fitrah diberikan hanya untuk umat Islam yang miskin.
Umat Islam wajib membayar zakat fitrah untuk menyempurnakan ibadah selama bulan Ramadan.
"Zakat fitrah diberikan pada orang muslim yang berpuasa pada orang miskin," jelas Muhammad Munadi.
"Dalam hadits dijelaskan bahwa zakat fitrah itu untuk membersihkan hal-hal yang tidak baik secara puasa."
Ia menambahkan, zakat fitrah diberikan dalam bentuk makanan pokok sebanyak 2,5 kilogram.
"Jenis bahan pokok yang diberikan saat zaat fitrah selayaknya disesuaikan dengan makanan yang biasa dikonsumsi sang pemberi," ucap Muhammad Munadi.
"Dengan cara memberikan bahan pokok pada umat Islam sebesar 2,5 kilogram atau 3,5 liter bahan makanan pokok."
"Jadi bisa beras atau bahan pokok yang sehari-hari mereka makan."
"Yang namanya kebaikan itu ketika memberikan yang sangat dicintai," tambahnya.
Niat Membayar Zakat Fitrah
a. Niat zakat fitrah untuk diri sendiri
Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an nafsi fardhan lillahi ta’ala
Artinya: “Saya niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri fardhu karena Allah Ta’ala.”
b. Niat zakat fitrah untuk istri
Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an zaujati fardhan lillahi ta’ala
Artinya: “saya niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku fardhu karena Allah Ta’ala.”
c. Niat zakat fitrah untuk anak laki-laki
Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an waladi fardhan lillahi ta’ala
Artinya: “Saya niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku (sebutkan nama), fardhu karena Allah Ta’ala.
d. Niat zakat fitrah untuk anak perempuan
Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an binti fardhan lillahi ta’ala
Artinya: “Saya niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku (sebutkan nama), fardhu karena Allah Ta’ala.”
e. Niat zakat fitrah untuk semua keluarga
Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri anni wa an jami’i ma yalzimuniy nafaqatuhum syar’an fardhan lillahi ta’ala
Artinya: “Saya niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku fardhu karena Allah Ta’ala.
Orang Wajib Membayar dan Orang yang Menerima Zakat Fitrah
Berdasarkan penjelasan Ketua Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Jawa Tengah, Wahid Ahmadi, orang yang wajib membayar ialah semua orang yang beragama Islam.
Tak hanya itu, zakat fitrah juga diwajibkan bagi orang yang mampu membayar tepat waktu.
"Yang wajib itu semuanya. Dan karena ini soal uang, jadi yang dia bisa membayar zakat pada waktu harus membayar, yaitu sebelum salat pada Idul Fitri."
"Kalau tidak tidak punya uang ya namanya tidak punya uang. Berarti tidak wajib zakat," tutur Wahid Ahmadi.
Sementara pihak paling utama yang menerima zakat ialah fakir miskin.
Sebab zakat memang bertujuan untuk menebarkan kebahagiaan.
"Terus kepada siapa? Ya diberikan kepada fakir miskin utamanya. Karena zakat itu memang tujuannya dalam rangka untuk memberikan makan, menyertakan orang-orang fakir miskin dalam kebahagiaan Idul Fitri." jelasnya.
Wahid Ahmadi lantas juga menuturkan orang lain yang berhak untuk menerima zakat fitrah apabila sudah tidak ada fakir miskin di lingkungan sekitar.
Beberapa orang tersebut antara lain:
1. Orang yang sedang terlilit utang.
2. Ibnu Sabil yakni golongan yang tidak memiliki biaya untuk kembali ke tanah airnya. Seperti orang yang berada di tempat jauh dan memerlukan bekal.
3. Fisabilillah orang yang sedang berjuang di jalan Allah.
Namun demikian perlu diingat bahwa golongan utama yang berhak menerima zakat fitrah yakni tetaplah fakir miskin.
Brikut videonya:
Penulis: Ratih Fardiyah/Editor: Eko Darmoko/SURYAMALANG.COM.
Ikuti Berita Terkait Ramadan 2021 Lainnya.