Sate Sianida, Kasus Sate Beracun yang Tewaskan Anak Driver Ojol Bantul Sudah Diketahui Kandungannya

Seperti kasus kopi sianida yang menghebohkan Indonesia, kini ada kasus sate sianida atau sate beracun yang menewaskan bocah 8 tahun, anak driver ojol

Editor: Dyan Rekohadi
KOLASE - TribunJogja
Ilustrasi sate dan Bandiman memperlihatkan foto anaknya yang meninggal usai menyantap paket sate beracun yang diduga sate sianida atau sate yang telah dicampur racun sianida, Senin (26/4/2021) 

SURYAMALANG.COM -  Kasus sate beracun yang membuat anak driver Ojol tewas usai memakannya saat buka puasa memasuki babak baru dengan diketahuinya jenis racun dalam sate itu.

Sate beracun yang menewaskan anak driver ojol di Bantul Yogyakarta, Naba Faiz Prasetya (8),  itu bisa jadi disebut sebagai sate sianida.

Sama seperti kasus kopi sianida yang menghebohkan Indonesia beberapa tahun lalu, kini kasus sate sianida atau sate beracun yang menewaskan bocah 8 tahun itu terus didalami oleh polisi.

Dugaan kandungan racun sianida dalam sate beracun yang didapat driver ojol dari sosok misterius pemesan ojek secara offline itu diketahui setelah dilakukan uji laboratorium.

Dari hasil pemeriksaan di Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), paket sate maut yang diberikan oleh seorang perempuan muda tersebut positif mengandung racun jenis C.

Hasil itu laboratorium itu sudah diserahkan kepada polisi pada Kamis 28 April 2021.

Dosen Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr Arief Nurrochmad, MSi, MSc, Apt menjelaskan terkait racun jenis C ini.

Menurutnya, racun jenis C merujuk kepada struktur kimia yang kebanyakan mengandung CN atau sianida.

Namun, bentuk sianida bisa bermacam-macam, semisal gas, kristal, dan cair.

"Racun jenis C merujuk ke struktur kimia dari yang kebanyakan mengandung sianida. Sianida ada yang bentuknya gas, kristal, cair," kata Arief kepada Tribunjogja.com, Jumat (29/4/2021).

Ia menambahkan, jenis racun tersebut memang banyak ditemukan di masyarakat dan rumah tangga.

Semisal di dalam pestisida, racun tikus, racun ikan, dan sebagai penyepuh emas atau perak.

Walaupun banyak pula ditemukan secara alami di beberapa tanaman, semisal singkong, juga asap rokok.

Ditanya tentang sifat zat racun tersebut, Arief menjelaskan sianida tidak memiliki bau.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved