Nasib Guru SD Bikin Hukuman Di Luar Nalar, Jambak Muridnya Sampai Tengkorak & Kulit Kepala Terpisah

Beginilah nasib guru SD bikin hukuman di luar nalar yang menjurus ke aksi penganiayaan kepada muridnya yang masih berusia 9 tahun. 

Penulis: Frida Anjani | Editor: Adrianus Adhi
Tribunnews
Nasib Guru SD Bikin Hukuman Di Luar Nalar, Jambak Muridnya Sampai Tengkorak & Kulit Kepala Terpisah 

SURYAMALANG.COM - Beginilah nasib guru SD bikin hukuman di luar nalar yang menjurus ke aksi penganiayaan kepada muridnya yang masih berusia 9 tahun. 

Seorang guru SD dengan tega menghukum muridnya sendiri dengan cara menjambak hingga tengkorak dan kulit kepalanya terpisah. 

Kejadian ini terjadi di China, di mana seorang guru ditangkap karena diduga mencabut rambut seorang anak laki-laki berusia sembilan tahun dengan sangat keras.

Tindakan itu sampai menyebabkan tengkorak anak tersebut terkelupas sebagian dan menyebabkan pendarahan internal yang parah dan bengkak.

Seperti dikutip dari Tribun Medan, "Anak 9 Tahun Alami Pendarahan Parah di Kepala Usai Dijambak Guru".

x

Tengkorak dan kulit kepala bocah 9 tahun terpisah dan alami pendarahan parah setelah rambutnya dijambak gurunya dengan keras.  (South China Morning Post)

Baca juga: Nasib Tragis Bayi 2 Bulan Mati Lemas Tertimpa Tubuh Ibunya yang Tewas Mendadak, Sebelumnya Menyusu

Baca juga: Aksi Nekad Pemudik Demi Pulang Kampung, Sembunyi di Antara Motor yang Diangkut Truk

Guru itu bermarga Chang, dengan kasar menarik rambut anak laki-laki itu setelah memperhatikan dia berbicara di kelas, lapor platform berita thecover.cn.

Polisi di Pingdingshan di provinsi Henan menempatkan Chang di tahanan Sabtu lalu, kata laporan itu.

Dokter mengatakan kulit kepala dan tengkorak bocah itu terpisah dalam insiden itu dan pendarahan telah memenuhi sebagian otaknya.

Tengkorak dan kulit kepala bocah 9 tahun terpisah dan alami pendarahan parah setelah rambutnya dijambak gurunya dengan keras. (South China Morning Post)

Lebih dari satu liter darah diambil dari otaknya menggunakan jarum suntik dalam tujuh prosedur pembedahan terpisah.

Insiden itu terjadi pada 5 Maret 2021 di Sekolah Dasar Jalan Xinhua.

Ketika Chang menemukan anak laki-laki itu, seorang murid kelas tiga bermarga Yuan, dan dua teman sekelasnya sedang berbicara di kelasnya.

Dia menghukum anak-anak itu dengan menyeret mereka dari tempat duduk dan menarik rambut mereka ke depan kelas.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved