Breaking News:

Nasional

6 Tahun Berpisah dengan Buah Hati, Pemudik Lebih Memilih Dipenjara Asalkan Bisa Bertemu Anak-anaknya

6 Tahun Berpisah dengan Buah Hati, Pemudik Lebih Memilih Dipenjara Asalkan Bisa Bertemu Anak-anaknya

Editor: Eko Darmoko
Kompas.com
Carliana (41), seorang pemudik dari Bogor menuju Pemalang menolak memutar balik di Pos Penyekatan Tanjungpura, Karawang, Selasa (11/5/2021) dini hari. 

Dalam video itu, terlihat si gadis yang berada di bus, merekam pertemuannya dengan sang ayah.

Dari luar jendela, sang ayah terlihat menaiki kendaraan truk sambil melambaikan tangan.

Hingga artikel ini tayang, video itu ditonton sampai 9.5 juta orang.

Komentar positif berwujud haru pun dilontarkan beberapa netizen.

"Anggap aja ini tombol terharu," tulis @avip_.

"Dia yang ketemu bapaknya gw yang mau nangis," komentar @ayuuu0894.

Saat dikonfirmasi Tribunnews, gadis dalam video itu bernama Yulia Esa Prastiwi atau disapa Esa.

Viral video gadis tak sengaja bertemu sang ayah sedang bekerja sebagai supir truk, saat perjalanann mudik. Berikut cerita dibaliknya.

Esa membenarkan, itu videonya saat tak sengaja bertemu dengan sang ayah pada hari Rabu, 14 April 2021.

Viral video gadis tak sengaja bertemu sang ayah sedang bekerja sebagai supir truk,
Viral video gadis tak sengaja bertemu sang ayah sedang bekerja sebagai supir truk,

Ia mengatakan, saat itu sedang dalam perjalanan mudik dari Jombang, Jawa Timur menuju Sragen, Jawa Tengah.

Saat perjalanan naik bus ini, Esa ditemani adiknya, tak sengaja melihat truk sang ayah di Jalan Raya Nganjuk, Jawa Timur.

"Terus saya telfon (ayah), saya kasih tau kalau saya habis nyalip truknya pas naik bus," ceritanya kepada Tribunnews, Jumat (7/5/2021).

"Yaudah akhirnya ayah saya buntutin busnya dari belakang-depan. Salip-salip an lah intinya," kata Esa.

Sebenarnya, rencana awal, ayahnya itu ikut mudik bersama Esa.

Namun karena terhalang urusan pekerjaan, ayahnya menyusul.

Diketahui, ayah Esa berprofesi sebagai supir truk sudah 26 tahun.

Ketika videonya viral, Esa mengaku tak menyangka hal itu.

Ia mengaku banyak menerima komentar positif dari warganet.

"Alhamdulilah masyarakat menanggapi adanya video saya ini dengan positif semua," ujarnya.

Sementara sang ayah senang melihat videonya viral di media sosial.

Ribuan Motor Terabas Barikade Penyekatan

Ribuan pemudik yang mengendarai sepeda motor menjebol barikade penyekatan di Jalur Pantura Kedungwaringin, perbatasan Kabupaten Bekasi-Karawang, pada Minggu (9/5/2021) malam.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyatakan hal ini karena masyarakat belum sadar arti penting larangan mudik yang ditetapkan pemerintah.

"Saya tekankan lagi bahwa masyarakat-masyarakat yang tadi malam itu melakukan (penerobosan penyekat), itu masyarakat yang memang belum menyadari arti penting daripada kebijakan pemerintah," kata Yusri dalam sebuah rekaman yang diterima Kompas.com, Senin (10/5/2021).

Yusri berujar, larangan mudik ini dikeluarkan pemerintah agar tidak terjadi penyebaran Covid 19 di daerah.

Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan saat akan melintas di posko penyekatan <a href='https://suryamalang.tribunnews.com/tag/mudik' title='mudik'>mudik</a> di Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (9/5/2021). Pada H-3 jelang Hari Raya Idul Fitri 1422 H petugas gabungan dari TNI,Polri, Dishub dan Satpol PP memperketat penjagaan <a href='https://suryamalang.tribunnews.com/tag/pemudik' title='pemudik'>pemudik</a> di perbatasan Kabupaten Bekasi dan <a href='https://suryamalang.tribunnews.com/tag/karawang' title='Karawang'>Karawang</a>.

"Kasihan, kita punya keluarga, ini yang harus dipahami dan disadari," jelas Yusri.

"Kenapa keluar kebijakan tentang larangan mudik? Ini upaya pemerintah untuk menghindari terjadinya penularan," tegasnya.

Diketahui, ribuan pemudik yang mengendarai sepeda motor menjebol barikade penyekatan di Jalur Pantura Kedungwaringin, perbatasan Kabupaten Bekasi-Karawang, pada Minggu (9/5/2021) pukul 22.40 WIB.

Laporan Warta Kota, jumlah sepeda motor yang membeludak membuat kemacetan parah.

Bahkan, sejumlah pengendara sepeda motor nekat melawan arus untuk melewati pos penyekatan yang dijaga petugas gabungan dari unsur kepolisian, TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan.

Situasi semakin semrawut dan macet tidak bergerak sepanjang 5 kilometer.

Petugas gabungan yang berjaga tampak kewalahan dengan berjubelnya para pemudik yang memadati dua jalur.

Para pemudik diminta untuk putar balik, tetapi mereka menolak. Akibatnya, terjadi macet total sepanjang 5 kilometer.

Situasi semakin panas disebabkan para pemudik terus memaksa untuk melintasi pos penyekatan itu.

Khawatir situasi semakin parah dan terjadi hal yang tak diinginkan, polisi membuka barikade penyekatan tersebut.

Para pemudik tampak semringah dapat melewati titik penyekatan tersebut. Pembukaan penyekatan dilakukan tak berlangsung lama, sampai situasi arus kendaraan dinilai aman.

Pada Senin (10/5/2021) sekitar pukul 01.50 WIB, situasi titik penyekatan kembali kondusif.

Kapolres Metro Bekasi Kombes Hendra Gunawan mengeklaim, petugas telah berusaha keras untuk menghalau para pemudik di titik penyekatan Kedungwaringin.

"Guna mengurai kemacetan, kami membuka pos penyekatan,” katanya, dikutip dari Warta Kota, Senin.

Hendra menjelaskan, sebelum membuka penyekatan, pihaknya sudah berkordinasi dengan posko penyekatan di beberapa wilayah berikutnya, seperti Karawang, Purwakarta, dan Subang.

"Kita sudah koordinasi dengan wilayah lain terkait para pemudik ini," ucapnya.

Hendra berharap hal ini tak terjadi lagi. Ia berujar, pihaknya akan menambah jumlah personel untuk memperkuat posko penyekatan di Kedungwaringin yang menjadi perbatasan Kabupaten Bekasi dengan Karawang.

"Kami akan menambah personel, diharapkan kejadian serupa tidak terjadi," sebut Hendra. (Tribunnews)

BERITA MUDIK LAINNYA SURYAMALANG.COM

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved