Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Resah Soal Kasus Korupsi dan Koruptor, Ini yang Dilakukan Dosen UMM Tinuk Dwi Cahyani

Dosen UMM merasa resah melihat kasus korupsi di Indonesia semakin bertambah.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: isy
UMM
Dosen UMM merasa resah melihat kasus korupsi di Indonesia semakin bertambah. Tinuk Dwi Cahyani SH SHI MHum kemudian menulis buku berjudul 'Pidana Mati Korupsi' yang terbit pada April 2021 lalu. 

Berita Malang Hari Ini
Reporter: Sylvianita Widyawati
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | MALANG - Dosen UMM merasa resah melihat kasus korupsi di Indonesia semakin bertambah.

Tinuk Dwi Cahyani  SH SHI MHum kemudian menulis buku berjudul 'Pidana Mati Korupsi' yang terbit pada April 2021 lalu.

Bahkan ada oknum yang tega mengambil anggaran bantuan yang seharusnya disalurkan di masa pandemi seperti saat ini. 

"Koruptor yang terjaring saat ini sebenarnya telah memenuhi unsur yang ada pada pasal Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) yang bisa dijatuhi hukuman mati," jelas Tinuk, Senin (17/5/2021).

Namun sampai saat ini belum mendapatkan hukuman tersebut.

Di satu sisi, ada pelaku terorisme dan narkotika yang divonis hukuman mati.

“Ide tulisan ini berawal dari keresahan saya dan masyarakat terkait belum adanya koruptor yang dihukum mati. Maka dari itu saya ingin menuliskan apakah bisa koruptor dijatuhkan pidana mati seperti kasus terorisme maupun narkotika,” ujar dosen Fakultas Hukum UMM ini.

Dikatakan, inti dari buku yang membahas tentang pidana mati dari hukum positif di Indonesia dengan Hukum Jinayah Islam.

Ia membandingkan antara kedua hukum tersebut untuk membantu menemukan jawaban.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved