Breaking News:

Kisah Nabi Muhammad SAW

Pernah Disinggahi Nabi Muhammad SAW, Ini Alasan Umat Islam Wajib Membela Palestina dan Al Aqsa

Pernah Disinggahi Nabi Muhammad SAW, Ini Alasan Mengapa Umat Islam Wajib Membela Palestina dan Al Aqsa

Penulis: Eko Darmoko | Editor: Eko Darmoko
pinterest.com
Palestina 

Lantas, Abu Bakar bertanya kepada Rasulullah: “Wahai Nabi Allah, benarkah engkau telah bercerita kepada manusia, bahwa pada malam ini engkau pergi ke Baitul Maqdis?” Rasulullah menjawab: “Ya, benar.” Lalu Abu Bakar berkata: “Kalau begitu, tolong ceritakan kepadaku ciri-ciri Baitul Maqdis, karena sebelumnya aku pernah ke sana!”

Kemudian, Nabi Muhammad SAW memenuhi pertanyaan Abu Bakar dan menjelaskan tentang ciri-ciri Baitul Maqdis kepada orang-orang Quraisy di Mekkah.

Setelah mendengar penjelasan Nabi Muhammad SAW tentang ciri-ciri Baitul Maqdis, Abu Bakar berkata: “Engkau berkata benar. Aku bersaksi bahwa engkau adalah utusan Allah.” Nabi Muhammad SAW pun membalas perkataan Abu Bakar dengan kalimat: “Engkau wahai Abu Bakar adalah Ash-Shiddiq (orang yang membenarkan).”

Peristiwa Isra selalu lekat dengan keberadaan hewan Buraq. Mengenai Buraq, dalam Sirah Nabawiyah, Nabi Muhammad SAW berkata (Hadits Shahib Tirmidzi): “Ketika aku mendekati hewan tersebut untuk menaikinya, hewan tersebut menunjukkan sikap tidak suka, kemudian Malaikat Jibril menegurnya dan berkata ‘Kenapa engkau tidak malu atas apa yang engkau perbuat, wahai Buraq? Demi Allah, engkau memang pernah dinaiki hamba Allah sebelum Muhammad namun tak satu pun dari mereka yang lebih mulia di sisi Allah daripada Muhammad’. Buraq pun merasa malu hingga keringatnya bercucuran. Setelah itu, ia bersikap jinak kemudian aku menaikinya.”

Setelah Nabi Muhammad SAW menuntaskan perjalanan Isra, kemudian beliau melanjutkan perjalanan Miraj menuju langit bertemu dengan para nabi, para malaikat, dan Allah SWT.

Ibnu Ishaq berkata: “Demikianlah yang terjadi dengannya hingga sampai di langit ketujuh, lalu beliau bertemu dengan Tuhan-Nya dan Allah mewajibkan kepadanya lima puluh salat wajib dalam sehari.”

Setelah mendapat perintah salat lima puluh, Nabi Muhammad SAW turun dan berpapasan dengan Nabi Musa. Terjadilah dialog antara Nabi Muhammad SAW dengan Nabi Musa tentang jumlah salat.

Nabi Musa beranggapan bahwa salat lima puluh kali sangat berat untuk diterapkan kepada umat Nabi Muhammad SAW. Nabi Musa meminta Nabi Muhammad SAW menemui Allah SWT kembali untuk meminta keringanan.

Singkat kisah, setelah bolak-balik menemui Allah SWT untuk meminta keringanan ihwal jumlah salat, Nabi Muhammad SAW pun menyampaikan kepada Nabi Musa bahwa jumlah salat dikurangi menjadi lima kali. Namun, Nabi Musa menganggap salat lima waktu masih terlalu berat untuk diterapkan kepada umat.

Nabi Musa meminta Nabi Muhammad SAW kembali meminta keringanan kepada Allah SWT, namun Nabi Muhammad SAW sungkan karena terus-terusan meminta keringanan kepada Allah SWT.

Halaman
1234
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved