Breaking News:

Berita Ponorogo Hari Ini

IDI Ponorogo Prihatin Ada Ancaman Kekerasan Terhadap Dokter dan Tenaga Kesehatan

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Ponorogo, Aris Cahyono, merasa prihatin dengan maraknya hujatan di media sosial yang ditujukan kepada Tenaga Kesehatan

Editor: isy
Sofyan Arif Candra Sakti/TribunJatim.com
Ketua IDI Ponorogo, Aris Cahyono. 

Berita Ponorogo Hari Ini
Reporter: Sofyan Arif Candra

SURYAMALANG.COM, PONOROGO - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Ponorogo merasa prihatin dengan maraknya hujatan di media sosial yang ditujukan kepada Tenaga Kesehatan (Nakes).

Padahal menurut Ketua IDI Ponorogo, Aris Cahyono, selama ini Nakes sudah bekerja maksimal sebagai garda terdepan dalam penanganan Pandemi Covid-19.

"Adanya ancaman ini sedikit banyak menambah beban kita, terutama beban moral," ucap Aris, Senin (31/5/2021).

Baca juga: Tak Percaya Covid-19 Masih Ada, Pria Ponorogo Ancam Aniaya Hingga Suntik Mati Dokter di Medsos

Namun begitu Aris meminta kepada semua Nakes terutama dokter untuk menyikapinya dengan kepala dingin.

Menurut Aris, memang tingkat pemahaman masyarakat terhadap Covid-19 berbeda-beda.

"Ada orang yang tahu betul soal Covid-19 ini dengan mencari-cari informasi, tapi ada juga masyarakat yang setengah tahu tapi gampang terprovokasi dan ikut-ikutan. Jadi pemahaman masyarakat akan menentukan sikapnya terutama di media sosial," lanjutnya.

Dalam kesempatan itu, Aris juga memastikan tidak ada istilah dicovidkan di dunia medis, karena penentuan status Covid-19 pasien didasarkan tes yang terukur.

"Kami sikapi dengan kepala dingin, bersabar, semoga masyarakat lebih paham kerja kita dan tidak selalu menyudutkan Nakes," tambah dokter spesialis kulit ini.

Menurut Aris informasi yang beredar di masyarakat memang seringkali hanya satu arah sehingga menimbulkan kesalahpahaman serta persepsi negatif kepada Nakes.

"Kami tidak melawan karena pemahamannya kurang, jadi kami serahkan ke penegak hukum saja," tambah Aris.

Sebelumnya diberitakan, terdapat unggahan komentar di salah satu grup media sosial yang menghina bahkan mengancam tenaga kesehatan.

Contohnya akun milik 'Hery' dan 'Agus'.

Akun tersebut mengancam dokter dengan kata-kata kasar disertai rencana perbuatan kekerasan yang dituliskan di media sosial Facebook.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved