Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Rencana Pembelajaran Tatap Muka Kota Malang Disorot DPRD, Pemkot Diminta Hati-Hati Buat Kebijakan

Ketua DPRD Kota Malang, I Made Rian Diana Kartika meminta kepada Pemerintah Kota Malang agar lebih berhati-hati dalam memutuskan kebijakan Rencana PTM

Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM/M Rifky Edgar H
Ujicoba pembelajaran tatap muka secara terbatas di SMP 3 Kota Malang pada 19 April 2021 lalu 

Penulis : M Rifky Edgar H  , Editor : Dyan Rekohadi

SURYAMALANG.COM, MALANG - Rencana pembelajaran tatap muka di kota Malang diminta untuk dikaji lebih mendalam sebelum benar-benar diterapkan.

Ketua DPRD Kota Malang, I Made Rian Diana Kartika meminta kepada Pemerintah Kota Malang agar lebih berhati-hati dalam memutuskan kebijakan terkait dengan rencana pembelajaran tatap muka.

Politisi PDIP itu menjelaskan, prinsip kehati-hatian itu perlu dilakukan, karena keselamatan para siswa, guru dan seluruh penyelenggara pendidikan menjadi yang utama.

"Memang ini merupakan kebijakan vertikal ya. Tapi daerah tetap berharap untuk menentukan. Jadi kami melihat harus ada prinsip kehati-hatian itu," ucapnya, Sabtu (19/6/2021).

Made mengatakan, berdasarkan hasil uji coba pada April 2021 lalu, sebagai legislatif, pihaknya belum mendapatkan aduan dari masyarakat terkait pembelajaran tatap muka di Kota Malang.

Artinya, pembelajaran tatap muka di Kota Malang berlangsung lancar. 

Meski demikian, pihaknya akan tetap memantau pelaksanaan pembelajaran tatap muka, apabila telah ada keputusan dari Pemkot Malang.

"Memang kebijakan ini adalah ranah eksekutif. Tapi apapun itu kami akan tetap melakukan pemantauan. Sembari menunggu adanya aduan dari masyarakat untuk dilakukan evaluasi," ucapnya.

Made menambahkan, berdasarkan hasil survei yang telah dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, sekitar 70 persen wali murid menghendaki pembelajaran tatap muka.

Akan tetapi, dia menyarankan, pembelajaran secara daring  juga harus diterapkan untuk menghendaki adanya wali murid yang tidak menyetujui pembelajaran tatap muka.

"Ini harus dibutuhkan pertimbangan yang matang dari Disdikbud, wali murid dan pihak legislatif dalam hal ini Komisis D untuk melihat kondisi yang ada. Kalau siap ya diujicobakan. Karena kemarin kan berlangsung lancar," ucapnya.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved