Breaking News:

Berita Surabaya Hari Ini

Dekan FK Unair Kaji Ulang Perkuliahan Tatap Muka

Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) Surabaya mengkaji ulang perkuliahan tatap muka (PTM) yang direncanakan digelar bulan Juli 2021.

Penulis: sulvi sofiana | Editor: isy
sulvi sofiana/suryamalang.com
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) Prof Dr dr Budi Santoso SpOG (K). 

Berita Surabaya Hari Ini
Reporter: Sulvi Sofiana
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | SURABAYA - Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) Surabaya mengkaji ulang perkuliahan tatap muka (PTM) yang direncanakan digelar bulan Juli 2021.

Hal ini dilakukan menyusul kembali naiknya kasus Covid-19.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Prof Dr dr Budi Santoso SpOG (K), mengatakan naiknya kasus Covid-19 di sejumlah daerah berdampak pada pendidikan luring atau pembelajaran tatap muka yang direncanakan digelar pada bulan Juli 2021.

"Kami masih mengkaji pelaksanaan pendidikan luring, khususnya untuk dokter muda yang sudah akan dikembalikan seperti sebelum masa pandemi. Tentu itu tidak memungkinkan," ungkapnya seusai menggelar pelantikan dokter spesialis di Aula FK, Rabu (23/6/2021).

Kendati demikian, Budi menyatakan pihaknya sedang mencari formula terbaik agar proses pendidikan berjalan dan lulusan FK Unair berkompeten dengan tetap mengedepankan keselamatan anak didik.

Selama ini, lanjut Budi, pendidikan luring di dokter muda (DM) sudah terjadi sejak 9 November 2020. 

Kemudian, sejak saat itu para dokter muda dibagi per kelompok atau klaster untuk belajar. 

FK Unair juga merencanakan pada bulan Juli DM akan mulai kembali pada seperti sebelum pandemi, yaitu masuk ke departemen-departeman dengan jumlah waktu yang dibagi minggu-mingguan. 

"Tapi dengan kondisi seperti sekarang kok nampaknya tidak memungkinkan. Namun masih akan kami kaji lebih lanjut, karena kondisinya masih sangat memprihatinkan," katanya.

Mengenai program pendidikan dokter spesialis (PPDS), Budi menjelaskan skemanya adalah 30 persen yang bekerja, sisanya melakukan WFH.

"Begitu seterusnya secara bergilir," ujarnya.

Namun juga ada departemen lainnya yang satu bulan bekerja, satu bulan belajar di rumah.

"Karena tidak mungkin PPDS yang jumlahnya 1.700an itu datang semua ke RSUD Dr Soetomo. Kita berharap kasus segera melandai sehingga dapat menggelar pendidikan luring," ujarnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved