Berita Malang Hari Ini

Dewan Masjid Indonesia Malang dan Muhammadiyah Terima Aturan Tempat Ibadah Tutup saat PPKM Darurat

Dewan Masjid Indonesia Malang dan Muhammadiyah akan segera melakukan sosialisasi ini kepada seluruh takmir masjid soal aturan di PPKM Darurat ini.

rifky edgar/suryamalang.com
Ketua Dewan Masjid Indonesia Malang, Prof Kasuisaiban. 

Berita Malang Hari Ini
Reporter: Rifky Edgar
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | MALANG - Adanya aturan dalam implementasi tentang penutupan tempat ibadah selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat yang akan berlangsung pada 3-20 Juli 2021 mendatang sanggup diterima oleh Dewan Masjid Indonesia Malang dan Muhammadiyah.

Mereka bersepakat, bahwa aturan tersebut bisa saja diterapkan, apabila kondisi yang terjadi benar-benar darurat.

Hal tersebut mereka ucapkan saat rapat penanganan Covid-19 bersama dengan Forkopimda Kota Malang dan sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat di Balaikota Malang, Kamis (1/6/2021).

"Kalau ada aturan itu dan dalam kondisi darurat sesuatu yang semestinya harus berlaku normal, ya harus diberlakukan," ucap Ketua Dewan Masjid Indonesia Malang, Prof Kasuisaiban.

Oleh karena itu, pihaknya akan segera melakukan sosialisasi ini kepada seluruh takmir masjid yang ada di Kota Malang, soal aturan yang ada di dalam PPKM Darurat ini.

Pihaknya juga akan mengedukasi para takmir masjid, manakala di tengah perjalanan PPKM Darurat ini ada takmir yang nekat yang membuka masjid untuk kegiatan ibadah.

"Ketika ada buka, kami akan bersuahaa mengeduksi takmir maupun masyarakatm Karena ini darurat, sehingga harus tunduk pada peraturan," ucapnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Imam Abdai, Wakil Pimpinan Muhammadiyah Malang.

Berkaitan dengan penutupan tempat ibadah itu, pihaknya menerima apabila saat ini dalam kondisi darurat.

"Seperti halnya PSBB kemarin. Dari awal kami melakukan salat munfarid. Kalau awal itu kita lakukan kenapa sekarang tidak bisa kita lakukan. Kalau itu dianggap suasananya darurat," ucapnya.

Pimpinan pusat Muhammadiyah pun kata dia juga telah memberikan saran dan masukan kepada pemerintah.

Muhammadiyah akan membantu pemerintah, karena hal ini merupakan kenyataan yang harus diterima oleh masyarakat.

"Sebenarnya masih ada kiai yang memiliki pemikiran berbeda. Tapi mereka harus kita hargai. Tapi kuncinya kita harus memberikan sosialisasi," tandasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved