Virus Corona di Surabaya
Kompas Gramedia Gandeng Kodam V Brawijaya Gelar Vaksinasi Covid-19 untuk KG Family dan Warga Sekitar
Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto yang meninjau langsung kegiatan vaksinasi ini menyebutkan ada warga yang ber KTP Jember, Gresik, Sidoarjo
Penulis: Akira Tandika | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Kompas Gramedia bekerja sama dengan Kodam V Brawijaya menggelar layanan vaksinasi covid-19 untuk karyawan dan keluarga Kompas Gramedia, Senin (5/7/2021) di Dyandra Convention Center Surabaya.
"Ini merupakan layanan vaksinasi tahap ketiga yang kami adakan untuk keluarga Kompas Gramedia. Tahap pertama sudah kami lakukan pada Maret 2021 dan tahap kedua pada April 2021," terang Ketua Forum Komunikasi Daerah Kompas Gramedia Jawa Timur, Agnes Swetta Pandia.
Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto yang meninjau langsung kegiatan vaksinasi ini menyebutkan ada warga yang ber KTP Jember, Gresik, Sidoarjo juga ikut.
"Kami Forkopimda Jatim mengucapkan terimakasih kepada Kompas Gramedia yang telah memfasilitasi kegiatan vaksinasi ini. Kegiatan vaksinasi ini sangat berguna bagi masyarakat sekitar," kata Pangdam V Brawijaya, Senin, (5/7/2021).
Suharyanto menambahkan yang mengikuti kegiatan ini tidak hanya karyawan Kompas Group. Tapi juga masyarakat sekitar.
"Jadi semua kita layani. Agar target vaksinasi ini tercapai," terangnya.

Tepat pukul 08.00 WIB, para peserta yang sudah terdaftar melakukan registrasi ulang dan antre di tempat duduk yang telah disediakan sesuai dengan protokol kesehatan.
Peserta yang terdaftar akan dipanggil satu per satu sesuai nomor pendaftaran.
Salah satu peserta yang mendapat vaksin adalah Staff Santika Premiere Gubeng Surabaya Jingga Ocella.
Ia mengatakan, ini merupakan pengalaman pertamanya mengikuti vaksinasi.
"Cukup deg-degan sih, karena ini pengalaman pertama. Tapi waktu disuntik tadi juga nggak ada rasanya apa-apa," ujarnya.
Jingga menceritakan, sebelum mendapat vaksinasi, ia melewati prosedur screening terlebih dulu.
Di sana, ia mendapat beberapa pertanyaan seperti, pernah kontak dengan pasien COVID-19, pernah mengalami gejala, dan lain sebagainya.
"Nggak ada rasanya apa-apa sih, jadi saya rasa masyarakat juga nggak perlu takut untuk mengikuti vaksinasi,“ tuturnya.

(Akira Tandika/Syamsul Arifin )