Breaking News:

Pemkot Surabaya Ubah Puluhan Mobil Dinas Jadi Mobil Jenazah Pasien Covid-19

Pemkot Surabaya mengubah puluhan mobil dinas menjadi mobil jenazah pasien covid-19

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: eben haezer
surabaya.tribunnews.com/bobby constantine koloway
Petugas sedang memasang lampu rotary pada kendaraan dinas yang nantinya akan digunakan sebagai mobil jenazah di Surabaya. 

SURYAMALANG, SURABAYA - Pemkot Surabaya mengalihfungsikan puluhan mobil dinas menjadi mobil Jenazah. Diharapkan, ini bisa membantu penanganan warga, khususnya para pasien Covid-19. 

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengumpulkan beberapa kendaraan dinas milik beberapa Perangkat Daerah (PD). "Kami mendukung kebutuhan mobil jenazah untuk operasional di Puskesmas yang buka 24 jam," kata Cak Eri, Rabu (14/7/2021).

Dengan tambahan unit mobil jenazah, pihaknya berharap mendukung pelayanan dalam kondisi darurat. Termasuk, kebutuhan mobil jenazah

Puluhan unit pun mulai bisa digunakan malam ini, Rabu (14/7/2021) apabila dibutuhkan. "Yang sudah ada (dimodifikasi) sekitar 14 unit. Target kami sekitar 30 unit," ujarnya.

Kepala Bagian Layanan Pengadaan dan Pengelolaan Aset Kota Surabaya, Noer Oemarijati menjelaskan kendaraan tersebut dimodifikasi disesuaikan dengan fungsi mobil jenazah

Misalnya, hilangnya bangku di bagian belakang menjadi tempat keranda. Kemudian, pemasangan sekat antara ruang kemudi dengan bagian belakang. 

Lampu rotary hingga mic komando juga dipasang di kendaraan ini. Penataannya dilakukan dengan mengutamakan safety. 

"Ini khusus untuk jenazah Covid-19. Jadi memang kenapa kita kasih sekat? Biar untuk safety dari driver, walaupun mereka sudah memakai hazmat tapi kan lebih aman lagi kita beri sekat," pungkasnya

Mobil jenazah ini sebelumnya digunakan sebagai kendaraan operasional melakukan kegiatan. Di antaranya, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKP - CKTR) Surabaya.

"Ini dulunya merupakan kendaraan operasional. Jadi memang untuk teman-teman melakukan kegiatan di lapangan," jelasnya.

Meski demikian, mobil jenazah ini harus layak jalan. "Jadi memang kita ada spesifikasinya. Yang kondisinya layak dipakai untuk mobil jenazah," papar dia.

Pengecekan mesin juga dilakukan. "Nanti akan kita cek lagi mesin di kendaraan dinas ini," katanya. 

"Kemudian kalau misalnya perlu servis, kita servis dulu sehingga bisa dipakai. Sesuai arahan Pak Wali Kota, ada 30 unit yang akan kita alokasikan untuk mobil jenazah. Untuk yang sudah dimodif ini ada 14 unit," ujarnya. (bob)

Baca juga: Perempuan Muda yang Tewas Membusuk Dalam Kamar Kos di Madiun Ternyata Sedang Mengandung

Baca juga: Setelah Ditolak Berbagai RS, Ibu Hamil di Gresik Meninggal Bersama Janinnya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved