Breaking News:

Jumlah Warga Miskin di Indonesia Bertambah 1,12 Juta Orang

Jumlah warga miskin di Indonesia bertambah 1,12 juta orang. Apa saja penyebabnya?

Editor: Zainuddin
KOMPAS/AGUS SUSANTO
Ilustrasi hunian warga miskin 

Beberapa hal yang mempengaruhi tingkat kemiskinan antara lain konsumsi rumah tangga yang masih terkontraksi hingga minus 2,23 persen pada kuartal I 2021.

Realisasi itu sudah membaik dibandingkan dengan kuartal III 2020 yang mencapai minus 4,05 persen dan kuartal IV 2020 yang minus 3,61 persen.

Namun, angkanya jeblok jika dibandingkan dengan kuartal I 2020 yang masih tumbuh 2,83 persen.

"Pada kuartal I 2021 dibandingkan dengan kuartal I 2020 masih terjadi kontraksi pengeluaran konsumsi rumah tangga pada kategori kesehatan dan pendidikan, makanan dan minuman selain restoran, pakaian, alas kaki, dan jasa perawatannya," papar Margo.

Selain itu pemulihan ekonomi berbeda-beda antardaerah.

Pertumbuhan ekonomi Bali misalnya tercatat minus 9,85 persen, Lampung minus 2,1 persen, dan DKI Jakarta minus 1,65 persen.

Sebaliknya, ekonomi Maluku Utara tumbuh 13,45 persen, Sulawesi Tengah tumbuh 6 persen, dan Yogyakarta tumbuh 6,14 persen.

Sementara, garis kemiskinan naik 2,96 persen menjadi Rp472.525 per Maret 2021, sedangkan September 2020 sebesar Rp458.947 per kapita per bulan.

Garis kemiskinan pada bulan Maret ini naik dari Rp 458.947 di bulan September 2020.

Penyumbang terbesarnya berada pada kategori garis kemiskinan makanan dengan share sebesar 73,96 persen.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved