Stok Oksigen Minim dan Ruangan Penuh, IGD RSUD Mardhi Waluyo Blitar Tak Bisa Lagi Menampung Pasien

Fasilitas Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Mardhi Waluyo, Kota Blitar, tidak dapat lagi menerima pasien karena stok oksigen tipis dan ruangan full

Editor: eben haezer
ist/kompas.com-asip hasani
Banner pengumuman yang terpasang di sekitar gerbang RSUD Mardhi Waluyo kota Blitar. 

SURYAMALANG, BLITAR - Fasilitas Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Mardhi Waluyo, Kota Blitar, tidak dapat lagi menerima pasien.

Kondisi itu bahkan diumumkan oleh pihak RS melalui sebuah banner yang dipasang di dekat pintu gerbang RS, sehingga masyarakat yang membutuhkan layanan oksigen, dapat segera mencari fasilitas kesehatna yang lainnya.

Tulisan di banner itu berbunyi: Mohon maaf untuk sementara IGD tidak menerima pelayanan untuk pasien yang memerlukan oksigen (termasuk pasien covid-19) sampai dengan ketersediaan oksigen terpenuhi.

Wakil Direktur RSUD Mardhi Waluyo, Herya Putra Dharma mengatakan, isi dari banner yang mengaitkan penutupan pelayanan IGD dengan ketersediaan oksigen memang tidak salah. Bahkan, ujar Herya, pihak pemasok oksigen cair sudah menyatakan tidak akan ada oksigen untuk dikirim pada Minggu (18/7/2021).

Herya mengatakan, sejak menjelang pemberlakuan PPKM Darurat, status stok oksigen di RSUD Mardhi Waluyo tidak pernah benar-benar aman karena terjadinya lonjakan kebutuhan.

 Jika sebelumnya setiap pekan RSUD Mardhi Waluyo melakukan pengisian oksigen cair sebanyak tiga kali dengan setiap pengisian sebanyak 2,5 ton, maka saat ini pengisian harus dilakukan setiap hari dengan jumlah yang sama.

"Tabung sentral oksigen cair kami kapasitasnya delapan ton tapi sekarang tidak pernah bisa dipenuhi. Sehari saja terlambat pengisiannya sudah lampu merah," jelasnya.

Selain oksigen cair, ujarnya, kebutuhan oksigen tabung melonjak lebih dari dua kali lipat yaitu 20 tabung kapasitas enam meter kubik per hari menjadi 50 tabung per hari. R

SUD Mardhi Waluyo tak pernah bisa menumpuk stok oksigen tabung karena keterbatasan barang dari pemasok.

IGD RSUD Mardhi Waluyo Penuh

Dia menambahkan, saat ini IGD RSUD Mardhi Waluyo juga sudah penuh. 

"Sudah overload bahkan. Statusnya sekarang sudah 125 persen keterisiannya," ujar Herya.

Dengan kondisi itu, IGD sudah tak mungkin lagi menerima pasien baru. IGD baru akan dibuka kembali ketika jumlah pasien suda berkurang.

"Di IGD masih menumpuk pasien yang baru datang dan menunggu hasil tes PCR untuk Covid-19. Jadi sifatnya sementara. Kami mohon masyarakat maklum dan sementara mencari rumah sakit lain," ujarnya.

Tak hanya keterisian tempat tidur, tenaga kesehatan kewalahan menangani pasien Covid-19. Menurutnya, ada banyak tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19 dan harus menjalani isolasi mandiri.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved