Breaking News:

Opini

Ikatan Cinta Mengikatkan Penonton TV Indonesia

Ikatan Cinta muncul di saat yang tepat. Di saat orang di masa pandemi harus di rumah saja. Orang akhirnya melihat sajian di tv.

Editor: eben haezer
RCTI
Ikatan Cinta 

Oleh : Yayan Sakti Suryandaru, Dosen Departemen Komunikasi FISIP UNAIR Surabaya

Setiap hari pemirsa televisi Indonesia disuguhi sajian sinetron berjudul Ikatan Cinta (IC). Sinetron ini menduduki market share 54,5 menurut MNC Pictures (money.kompas.com). Sinetron ini tayang setiap jam 20.00 WIB. Begitu banyak penontonnya. Sampai IC menggandeng sebuah mata acara di tv semacam jurnal setiap hari bagi dirinya.

Ketika masa pandemi ini, orang diminta tinggal di rumah saja. Terutama di masa PPKM darurat ini. Orang butuh hiburan melepas penat setelag seharian dia bekerja. Orang butuh dihibur, dibuai mimpi, dan mendapatkan figur ideal di mata penonton. Kehidupan orang kaya bahkan.

Aldebaran sebagai tokoh utama adalah orang kaya raya serta memiliki rumah yang sangat mewah. Tetapi orang mengabaikan setting semacam ini. Yang penting dia terhibur, sambil melupakan kehidupan realnya. Oleh karena ceritanya yang memikat, pemainnya berwatak sehingga setiap hari orang menunggu jalinan ceritanya secara bersambung.

Candu Sinetron

TV Indonesia setiap hari menyiarkan sinetronnya. Baru kali ini IC membius penonton tv di Indonesia. Jika sebelumnya kita mengenal Lostment, Rumah Masa Depan (TVRI), Si Doel Anak Sekolahan (RCTI), Tersanjung (Indosiar), dan menunggunya setiap hari di tv maka sudah lama kita tidak mendapatkan sajian sinetron yang dirindukan. Sukses tema sinetron yang satu akan menjadi trademark bagi lainnya. Kita jengah mendapati tema yang itu-itu saja. Kemewahan cinta, rebutan harta warisan, selalu itu saja yang menjadi tema sinetron kita.

Ikatan Cinta muncul di saat yang tepat. Di saat orang di masa pandemi harus di rumah saja. Orang akhirnya melihat sajian di tv. Meski temanya hampir sama, tetapi orang tetap saja melihatnya. Tidak ada stasiun tv lain yang mengikuti acara semacam sinetron IC.

Masyarakat kita terbilang unik. Selalu penasaran dengan mata acara yang bersambung. Mata acara itu selalu diikuti bagaimana kelanjutannya. Rasa penasaran penonton inilah yang menjaring banyak iklan. Tarif iklan di tv pada jam itu akan ditinggikan pengusaha pun akan mengantre untuk mendapatkan hak siar produknya. Jadi meskipun agak lama dari biasanya, orang rela menunggu iklan itu berlangsung. Bisa dia ganti channel, mendengarkan radio atau tape didekatnya, atau mengerjakan aktivitas yang lain.

Sebagai bentuk pelarian (escape) sinetron IC bisa menjadi tempatnya. IC menawarkan berbagai obat yang menimbulkan halusinasi bagi penontonnya, bagi yang ingin suami ideal, Aldebaran adalah sosoknya. Kemudian Andin adalah sosok istri yang penyabar, mama rosa diperankan mertua yang ideal, serta Rena sebagai sosok anak yang lucu dan menggemaskan di mata penonton. Tokoh antagonisnya diwakili oleh Elsa, bapak yang bijak diwakili Surya Saputra, sampai ibu yang rela berkorban demi kecintaan pada anaknya diperankan oleh mama Sarah.

Tentu saja sebagai hiburan lewat celetukannya yang lucu diperankan oleh Kiki, Uya, dan Mirna (para pembantu Aldebaran). Penonton begitu terbuai dengan tingkah pola para aktor ini. Disaat orang cemas akan korban corona, orang lupa lewat sajian sinetron ini.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved