Breaking News:

ABG di Lumajang Ditemukan Tewas di Teras Warkop Dengan Tangan Kiri Putus, Diduga Korban Begal

Seorang remaja di Lumajang ditemukan tewas di teras sebuah warung kopi. Tubuhnya bersimbah darah. Tangan kirinya putus. Dia diduga korban begal.

Penulis: Tony Hermawan | Editor: eben haezer
surabaya.tribunnews.com/tony hermawan
Polisi melakukan olah TKP penemuan mayat remaja 15 tahun di Lumajang. Saat ditemukan, remaja itu bersimbah darah. Tangan kirinya pun putus. 

SURYAMALANG, LUMAJANG - Seorang remaja tanpa identitas ditemukan tewas bersimbah darah di teras warung kopi dekat area Pasar Hewan Jogotrunan, Kabupaten Lumajang, kamis (22/07/2021).

Mayat remaja laki-laki ini pertama kali ditemukan seorang warga yang sedang olahraga sepeda di sekitar lokasi.

Saat itu, warga curiga terdapat ceceran darah di sekitar lokasi. Saat dilihat ternyata ditemukan mayat korban dalam kondisi terlentang dengan sejumlah luka di bagian wajah. Bahkan pergelangan tangan kirinya putus.

“Yang menemukan pertama itu orang gowes mas, gak ada yang kenal orang sini,” ungkap Samsul Arifin salah satu warga saat dikonfirmasi sejumlah awak media.

Polisi yang mendapati laporan pun langsung datang ke lokasi, selain melakukan olah TKP, polisi juga menyita sejumlah barang bukti seperti potongan tangan, sampel darah di sekitar lokasi.

Setelah diotopsi kurang lebih selama tiga jam, identitas mayat itu akhirnya terungkap. Diketahui, mayat itu bernama Widi Septian Ariansyah (15) asal Desa Karangsari, Kecamatan Senduro.

Setelah identitas itu terungkap, keluarga korban akhirnya datang ke kamar mayat Rumah Sakit dr Haryoto.

Yudi kakak korban tak bisa berkata banyak menyaksikan adiknya tewas mengenaskan.

Adiknya dikenal pribadi yang mudah bergaul, tidak pernah memiliki masalah yang serius dengan tetangga maupun temannya. Bahkan sehari-hari rumahnya sering dijadikan jujukan teman-teman adiknya berkumpul.

Namun, kemarin malam adiknya keluar tanpa pamitan. Sampai akhirnya tadi siang mendengar kabar adiknya tewas mengenaskan.

"Sepertinya adik saya gak punya musuh. Kemungkinan dia jadi korban pembegalan karena sepeda motor dan handphone-nya hilang saat adik saya ditemukan," katanya.

Sementara itu, Kaur Bin Ops Reskrim Lumajang AKP Sujianto mengatakan, kepolisian saat ini masih terus mengumpulkan bukti-bukti motif pembunuhan dari beberapa saksi kejadian serta keluarga.

Sebab, korban ketika ditemukan memiliki beberapa luka sobek di bagian tubuh. Terutama bagian tangan dan kepala.

"Kami belum bisa memastikan ini korban murni pembunuhan atau pembegalan. Tetapi yang jelas korban memiliki empat luka sobek, di tangan dan paling banyak di kepala. Lalu kendaraan dan barang korban yang dibawa korban juga hilang. Mudah-mudahan kasus ini bisa segera kami ungkap," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved