Tips

Barbara Eni Berbagi Tips Menulis bagi Anak

Menulis cerita yang menyenangkan, menurut Penulis Buku Anaka Barbara Eni, harus dilakukan dengan perasaan bahagia.

Penulis: Akira Tandika | Editor: Zainuddin
tribun jatim
Barbara Eni menjadi narasumber dalam workshop creative writing yang merupakan bagian gelaran Festival Anak Hebat untuk merayakan Hari Anak Nasional, Jumat (23/7/2021). 

"Saya ada tips yang nantinya bisa diikuti yakni, mencari ide dari berbagai sumber. Paling mudah adalah berangkat dari pengalaman misalnya, diajak orang tua jalan-jalan ke suatu tempat, merayakan ulang tahun, mempelajari hal baru, dan lain sebagainya," ungkapnya.

Selain dari pengalaman, ide juga bisa didapat dari hal-hal di sekitar kita. Bisa jadi mendapat inspirasi dari mainan, buah dan sayur, tumbuhan, dan lain sebagainya.

Ide juga bisa didapat dari film ataupun kartun yang kita lihat dari televisi.

Jika ide telah ditemukan, baru mulai untuk membuat rancangan cerita. Misal, ide didapatkan dari gambar, maka bisa dibedah berdasar tokoh yang akan diperankan oleh gambar tersebut.

Eni menerangkan, meski anak-anak bebas mengekspresikan imajinasi mereka dalam tulisan, tetap ada beberapa aturan yang perlu mereka ikuti.

"Ketika kita menulis cerita, meskipun sederhana, tetap harus memiliki tiga bagian yakni, awal, tengah, dan penutup yang menjadi satu kesatuan," ujar penulis asal Sidoarjo itu.

Apabila ketiga bagian itu telah selesai dirampungkan, Eni meminta anak-anak untuk membacanya kembali. Karena biasanya, akan ada beberapa tulisan yang kurang rapi dan cantik. Sehingga perlu dilakukan perubahan di tulisan tersebut.

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam menulis adalah ejaan, penempatan tanda baca, dan lain sebagainya.

Maka itu perlu adanya pembacaan ulang dan perbaikan apabila ada tulisan yang kurang pas.

"Ketika kita mau menulis, paling penting buat diri menjadi senang terlebih dulu. Karena kita ingin membuat cerita yang bahagia dan membuat orang lain senang," tuturnya.

Ia berpesan agar anak-anak tidak putus asa saat mulai menulis.

"Jika ada tulisan yang salah, anak-anak harus mau dikoreksi dan mengulang lagi, sampai benar-benar betul," terangnya.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved