Breaking News:

HUT Kota Kediri ke 1142

Pemilik UMKM Tenun Medali Mas Bandar Kidul Kota Kediri Tetap Bertahan di Tengah Pandemi

Pemilik UMKM Tenun Medali Mas Bandar Kidul Kota Kediri Siti Ruqoyah mengusahakan apapun agar bisnisnya bertahan.

Penulis: Akira Tandika | Editor: isy
akira tandika/suryamalang.com
Pemilik UMKM Tenun Medali Mas Bandar Kidul Kota Kediri, Siti Ruqoyah, dalam Talkshow HUT Kota Kediri ke-1142 bersama TribunJatim Network, Senin (27/7/2021). 

Berita Surabaya Hari Ini
Reporter: Akira Tandika
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | SURABAYA - Di situasi seperti ini, banyak cara yang dilakukan pengusaha untuk tetap menjalankan bisnisnya.

Termasuk salah satunya adalah Pemilik UMKM Tenun Medali Mas Bandar Kidul Kota Kediri Siti Ruqoyah.

Ia merelakan dan mengusahakan apapun agar bisnis yang dijalankan secara turun-temurun itu tetap berjalan.

"Di awal pandemi tahun lalu, saya harus menjual pekarangan seharga Rp 85 juta untuk tetap mempertahankan usaha, dan menggaji 115 karyawan. Tapi, itu hanya bisa digunakan dua pekan awal. Setelahnya, saya puyeng lagi karena tidak bisa menutup biaya itu," terangnya dalam Talkshow HUT Kota Kediri ke-1142 bersama TribunJatim Network, Senin (27/7/2021).

Pada minggu ketiga, Siti kembali memutar otak dan menemukan ide baru untuk tetap mempertahankan usahanya.

"Saya diskusi dengan penjahit saya. Mengusulkan pada mereka untuk memproduksi barang yang dicari di masa pandemi ini. Saat itulah kami mulai memproduksi masker tenun ikat," tuturnya.

Rupanya, ide tersebut sangat disambut oleh Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar.

"Alhamdulillah pak wali sampai borong hingga tiga periode untuk masker tenun. Bahkan, setelah mendapat masker dari pemkot, masih ada orang yang datang ke saya secara langsung untuk memesan lagi," ujar Siti.

Tak hanya masker, Siti juga merasa terbantu ketika wali kota menurunkan Surat Keterangan (SK) agar para Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Kediri diwajibkan menggunakan seragam tenun tiap hari Kamis.

"Saya merasa sangat terbantu dengan adanya peraturan tersebut," imbuhnya.

Selain itu, Siti juga cukup terbantu dengan adanya program tahunan seperti, Fashion Dhoho Street yang membuat kain tenun ikat hasil produksinya menjadi lebih dikenal hingga ke luar Kota Kediri.

Siti bersyukur, meski kondisi sesulit itu, ia bahkan tidak sampai melakukan PHK pada karyawannya.

Berkat bantuan dan ide-ide yang ia usahakan agar usaha yang telah berdiri selama 32 tahun tidak tutup.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved