PPKM di Batu
Disparta Batu Pastikan Tempat Wisata Bersih dan Sehat saat Dibuka Seusai PPKM Level 4 Nanti
Dinas Pariwisata Batu melakukan monitoring untuk memastikan tempat wisata bersih, aman, nyaman, dan sehat untuk dikunjungi saat PPKM Level 4 berakhir
Penulis: Benni Indo | Editor: isy
Berita Batu Hari Ini
Reporter: Benni Indo
Editor: Irwan Sy (ISY)
SURYAMALANG.COM | BATU - Ketika tempat wisata vakum akibat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, Dinas Pariwisata Batu melakukan monitoring untuk memastikan tempat wisata bersih, aman, nyaman, dan sehat untuk dikunjungi ketika PPKM Level 4 berakhir.
Caranya yakni melalui sertifikasi Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability (CHSE). Dinas Pariwisata Batu memastikan, tidak hanya tempat wisata tapi juga hotel dan restoran.
Kepala Dinas Pariwisata Batu, Arief as Siddiq memastikan, wisatawan bisa aman dan nyaman saat berwisata.
Namun begitu, Arief juga meminta wisatawan disiplin protokol kesehatan.
“Hampir semua tempat sudah tersertifikasi protokol kesehatan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dan Disparta,” jelas Arief, Rabu (28/7/2021).
Dinas Pariwisata Batu memiliki tim Satgas Prokes untuk melakukan monitoring dan evaluasi ke tempat wisata, hotel dan restoran.
Meski belum semua tempat wisata, hotel, dan resto telah memiliki sertifikat CHSE, namun ada buku panduan yang telah diterbitkan oleh Kemenparekraf/Baparekraf yang dapat diunduh melalui situs http://chse.kemenparekraf.go.id/.
“Agar maksimal kami terus menyosialisasikan pentingnya sertifikasi CHSE bagi pelaku industri wisata. Ini agar dapat memberikan jaminan kesehatan dan keselamatan bagi wisatawan,” tegasnya.
Hampir semua pelaku wisata di Kota Batu telah menerima dosis vaksin.
Wisatawan pun diminta agar berwisata dalam kondisi sehat.
“Semua demi mewujudkan wisata yang aman dan nyaman. Ayo berwisata ke Kota Batu dengan mematuhi prokes,” urainya.
Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu, Sujud Hariadi mengatakan bahwa anggotanya telah menyiapkan penerapan prokes ketat jauh-jauh hari sebelumnya.
Bahkan semua hotel bintang tiga ke atas sudah tersertifikasi CHSE.
“Untuk prokes semua anggota PHRI telah menyiapkan semuanya. Meskipun untuk sertifikat CHSE masih dikantongi oleh semua hotel bintang tiga ke atas. Sedangkan untuk tempat wisata atau resto sudah dalam proses pengajuan dan menunggu sertifikasi,” terangnya.
Hotel atau resto yang akan beroperasi di Kota Batu harus melalui verifikasi Satgas Covid-19 Kota Batu.
Jika lolos, maka diperbolehkan beroperasi.
“Sehingga akhirnya dikeluarkan sertifikat melalui verifikasi penerapan protokol kesehatan oleh Disparta Kota Batu,” tutupnya.