Breaking News
Selasa, 5 Mei 2026

Polemik Hibah Rp 2 Triliun, Polisi Periksa Kejiwaan Anak Bungsu Akidi Tio dan Periksa 5 Saudaranya

Polisi memeriksa kondisi kejiwaan anak bungsu Akidi Tio serta memeriksa 5 anak Akidi Tio yang lain untuk mengungkap polemik sumbangan Rp 2 triliun

Tayang:
Editor: eben haezer
TribunSumsel.com
Kapolda Sumsel, Irjen Pol Eko Indra Heri dan Prof dr Hardi Darmawan, dokter pribadi keluarga Akidi Tio 

SURYAMALANG, JAKARTA - Polemik sumbangan Rp 2 triliun dari keluarga Akidi Tio untuk penanganan covid-19 di Sumatera Selatan masih terus berlanjut.

Terbaru, tim penyidik Direskrimum Polda Sumsel telah mengirimkan tim ke jakarta untuk memeriksa 5 anak almarhum Akidi Tio.

Menurut kabid Humas Polda Sumel, Kombes Pol Supriadi, pemeriksaan terhadap 5 anak Akidi Tio dilakukan untuk menyelidiki dana bantuan tersebut agar terungkap jelas.

"Mereka ada tujuh saudara. Satu meninggal. Ada lima di Jakarta dan satu atas nama Heriyanti di Palembang. Tim sudah dikirim ke Jakarta untuk memeriksa keluraga Heriyanti yang lain," kata Supriadi seperti dikutip dari Kompas.com, Jumat (6/8/2021).

Dia mengatakan, polisi juga melakukan pemeriksaan psikologis terhadap Heriyanti dengan mendatangkan dokter dari RSJ Ernaldi Bahar.

"Hasil pemeriksaan kejiwaannya belum keluar, kami masih menunggu," sambungnya.

Kapolda Minta Maaf

Sebelumnya, Kapolda Sumatera Selatan, Irjen eko Indra Heri meminta maaf terkait polemik sumbangan Rp 2 triliun dari keluarga Akidi Tio melalui anak bungsunya, Heriyanti.

Permintaan maaf itu dia sampaikan karena tidak berhati-hati sebelum menggelar seremoni bantuan Rp 2 triliun. Dia mengaku tidak menelisik lebih jauh mengenai keberadaan uang Rp 2 triliun itu sebelum seremoni digelar. Hingga akhirnya, bantuan itu menimbulkan kegaduhan. 

"Sebagai pribadi, ini kelemahan saya sebagai pemimpin. Sebagai manusia biasa, saya mohon maaf, ini terjadi atas ketidakhati-hatian saya," ungka Eko dalam konferensi pers di Polda Sumsel, Kamis (5/8/2021).

Baca juga: Pelaku Pembunuhan Sadis di Pasar Hewan Lumajang Ternyata 3 Anak di Bawah Umur

Dia membeberkan, kabar mengenai bantuan dari keluarga Akidi Tio berawal dari Kadinkes Sumatera Selatan dan Profesor Hardi Darmawan yang merupakan dokter pribadi keluarga Akidi Tio.

"Karena saya dengan ibu Kadinkes berada dari platform yang sama soal Covid-19 sehingga saya menerima untuk menyampaikan bantuan ini diberikan pribadi kepada saya. Sehingga, saya tanyakan maksud dan tujuannya cuma hanya untuk penanganan Covid-19 masyarakat Sumsel. Bukan saya sebagai Kapolda (pemberian bantuan), tapi saya sebagai pribadi, yang penting amanahnya tersampaikan," ungkap Eko.

Eko juga mengakui bahwa sebelumnya ia telah mengetahui almarhum Akidi Tio dan seorang anaknya bernama Ahong saat bertugas di Aceh Timur. Sementara Heriyanti yang merupakan anak bungsu Akidi Tio, ia sendiri tak mengenalnya

Hingga acara seremoni digelar di Mapolda Sumsel pada bulan Juli, Kadinkes Sumsel dan Profesor Hardi sempat kembali membahas soal bantuan Rp 2 triliun itu. Disebutkan bahwa bantuan tersebut akan diserahkan secara pribadi kepada Eko dengan menggunakan cek.

"Saya diminta untuk memberikan sumbangan dari keluarga Akidi sebesar Rp 2 triliun, uangnya dalam bentuk cek dan Senin berikutnya beliau menyampaikan harus disampaikan dan transparansikan ke masyarakat. Itulah penyerahan diundang Forkompimda dan semuanya hadir sebagai bentuk transparansi," jelas Eko.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved