Minggu, 12 April 2026

Berita Malang Hari Ini

IMM Malang Raya Desak Pemkot Malang menuntaskan Beri Penghidupan Layak kepada Warga

IMM Malang Raya mendesak Pemkot Malang menuntaskan kasus Covid-19 serta memberi pekerjaan dan penghidupan layak kepada warga.

SURYAMALANG.COM/M Rifky Edgar
Anggota IMM demonstrasi di Balai Kota Kota Malang, Senin (8/9/2021). 

SURYAMALANG.COM - Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Malang Raya mendesak Pemkot Malang menuntaskan kasus Covid-19 serta memberi pekerjaan dan penghidupan layak kepada warga.

Puluhan anggota IMM demonstrasi di Balai Kota Kota Malang, Senin (8/9/2021).

Mahasiswa membawa poster bertulis tuntutan, dan berorasi di depan gedung DPRD Kota Malang.

Kemudian perwakilan mahasiswa audiensi dengan Wakil DPRD Kota Malang, Rimzah.

"Kami mendesak pemerintah segera menuntaskan kasus COVID-19. Itulah yang menjadi grand isue yang akan kami sampaikan kepada DPRD," ucap Roni Versal, korlap aksi kepada SURYAMALANG.COM.

Tuntutan lainnya adalah pendidikan gratis selama Pandemi Covid-19, pemulihan kehidupan masyarakat.

IMM juga menuntut pemerintah bertanggung jawab kepada buruh yang di-PHK, dan memenuhi kebutuhan dasar dan normatif buruh.

Mahasiswa juga minta pemerintah memberi jaminan kesehatan bagi tenaga medis dan memberi fasilitas kesehatan layak bagi masyarakat.

Mahasiswa juga mengecam aksi represif aparat selama pndemi Covid-19 dan mendesak Pemkot Malang untuk memberikan penerangan di jalan umum, baik selama pandemi maupun pasca pandemi.

"Pemerintah harus mengambil langkah yang lebih serius dalam penanganan Covid-19. Sesuai data tanggal 5-8 Agustus, ternyata kasus Covid-19 di Kota Malang terus meningkat."

"Meskipun sudah diberlakukan PPKM, terbukti tidak efektif menurunkan kasus Pandemi COVID-19," ucapnya.

IMM mendorong pemerintah penanganan Covid-19 mengacu ada UU Kekarantinaan Kesehatan.

"Seharusnya selama masa karantina wilayah atau karantina mandiri, pemerintah wajib memberikan pemenuhan dasar kepada masyarakat dan wajib menghidupkan usahanya."

"Kalau pemerintah tidak membantu masyarakat yang di-PHK dan usaha UMKM, bisa jadi mereka tidak bisa membayar kuliah untuk anak-anaknya. Itulah yang menjadi tuntutan kami agar pendidikan digratiskan," tandasnya.

Sumber: SuryaMalang
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved