Selasa, 12 Mei 2026

Pemkot Batu Bangun Tiga Tempat Pembuangan Sementara Terpadu 3R Tahun ini

DLH Kota Batu bakal membangun Tempat Pembuangan Sementara Terpadu Reduce Reuse Recycle (TPST 3R) di Desa Junrejo dan Sidomulyo pada tahun ini.

Tayang:
Penulis: Benni Indo | Editor: eben haezer
suryamalang/benni indo
Truk sampah beroperasi di TPA Tlekung, Kota Batu. Pemkot Batu berupaya mengurangi asupan sampah ke TPA Tlekung dengan membangun TPS 3R di setiap desa serta kelurahan yang ada. 

SURYAMALANG, BATU - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu bakal membangun Tempat Pembuangan Sementara Terpadu Reduce Reuse Recycle (TPST 3R) di Desa Junrejo dan Sidomulyo pada tahun ini.

Kepala DLH Kota Batu, Aries Setiawan menerangkan, pembangunan TPST 3R itu agar pengolahan sampah secara mandiri dapat dilakukan sedini mungkin.

“Saat dengar pendapat dengan DPRD, saya sudah menjelaskan dan didukung,” kata Aries, Rabu (11/8/2021).

DLH menginginkan semua desa maupun kelurahan yang ada di Kota Batu memiliki TPST 3R. Dengan begitu, asupan sampah ke TPA Tlekung bisa dikendalikan dengan baik.

“Keberadaan TPST 3R mampu mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA Tlekung hingga 20 persen,” kata Aries.

Ada lima desa yang belum memiliki TPST 3R di Kota Batu. Sedangkan yang lainnya, sudah memiliki. Ada 19 desa dan 5 kelurahan di Kota Batu. Awalnya, DLH menargetkan bisa merampungkan pembangunan secara merata pada 2021, tapi karena banyak anggaran yang dialihkan, maka program terkendala.

“Pembangunan setiap titik kami anggarkan Rp 200 juta, dikhususkan untuk pembangunan fisik. Nanti untuk peralatan atau mesinnya, pemerintah desa atau kelurahan yang menganggarkan. Ini program sinergitas antara DLH dan pemerintah  di desa dan kelurahan,” katanya.

Aries menekankan bahwa penyelesaian pengurangan sampah tidak hanya melalui mesin. Tapi juga harus dimulai dari masyarakat, karena itu DLH bakal intens memberikan pendampingan-pendampingan agar bank sampah dan TPST 3R bisa beroperasi maksimal.

Ketua Komisi C DPRD Kota Batu, Khamim Tohari mendukung penuh langkah yang dilakukan DLH agar permasalahan sampah bisa tertangani dengan baik. Katanya, persoalan sampah bisa teratasi jika dilakukan secara bersama-sama.

“Tentu diawali dari diri kita masing-masing. Harapan legislatif program pengurangan dan pengelolaan sampah bisa segera terwujud sebagai bukti nyata keseriusan program,” ungkapnya.

Khamim meyakini, jika program tersebut digarap serius, maka akan ada hasil yang maksimal. Dia menyarankan supaya DLH terus berinovasi serta memberikan pendampingan ke masyarakat.

"Jangan sampai setelah dibangun nanti tidak maksimal, sesuai pengamatan kami hanya beberapa TPST 3R yang beroperasi dengan baik contohnya Dadaprejo, Temas, dan Oro-oro Ombo," pesannya.

Sementara itu, Kades Junrejo, Andi Faizal Hasan menjelaskan jika pihaknya sudah merencanakan pembangunan TPS 3R sejak tahun 2019. Tetapi belum ada tindak lanjut dari DLH sehingga Pemdes Junrejo berinisiatif membangun TPST 3R mandiri. Rencananya, mereka akan membeli mesin incinerator melalui APBDes.

"Semoga saja pembangunan bisa terealisasi, kami sudah menyiapkan sarana jauh-jauh hari, contohnya penyediaan lahan milik desa yang berada di Dusun Rejoso,” katanya. (Benni Indo)

SURYA/BENNI INDO

Truk sampah beroperasi di TPA Tlekung, Kota Batu. Pemkot Batu berupaya mengurangi asupan sampah ke TPA Tlekung dengan membangun TPS 3R di setiap desa serta kelurahan yang ada.

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved