Sabtu, 25 April 2026

Riset Charta Politika: Meski Pasang Banyak Baliho, Elektabilitas Puan dan Airlangga Rendah

Riset Charta Politika Indonesia menyebut bahwa elektabilitas Puan Maharani dan Airlangga Hartarto masih rendah meski balihonya ada di mana-mana

Editor: eben haezer
ist/kolase surya
Baliho Airlangga Hartarto dan Puan Maharani yang terpasang di sejumlah tempat di Jawa Timur 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra

SURYAMALANG, SURABAYA - Dua nama besar tokoh politik nasional, Puan Maharani dan Airlangga Hartarto nampaknya butuh kerja keras lagi untuk running di Pilpres 2024. 

Sebab, dari sisi elektabilitas keduanya saat ini masih dinilai rendah dibanding nama beken lainnya. Sekalipun, baliho keduanya bertebaran di berbagai lokasi di banyak wilayah. 

Hal itu terungkap dalam hasil lembaga Charta Politika Indonesia yang baru saja merilis survei teranyar mereka yang diantaranya memotret peta elektoral menuju Pilpres 2024. 

Dalam simulasi 10 besar tokoh dengan tingkat elektabilitas tinggi, keduanya ternyata masih bertengger di urutan bawah. 

Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya mengungkapkan, dari data yang didapatkan pihaknya, itu terbilang menarik. 

Mengingat, kedua tokoh tersebut belakangan menjadi buah bibir lantaran balihonya bertebaran. 

"Yang menarik adalah, bagaimana kita melihat, dua tokoh yang cukup massif, yang sedang massif karena banyak baliho, ternyata ketika diuji di 10 nama ini ada di peringkat bawah," kata Yunarto dalam rilis pers yang digelar secara daring, Kamis (12/8/2021). 

Seperti diketahui, dua nama tersebut belakangan banyak menyita perhatian publik. Sebabnya, baliho dengan gambar diri masing-masing, terpasang di berbagai lokasi. Tak hanya di kota besar, melainkan juga termasuk di daerah. 

Menurut Yunarto, dari data tersebut dapat diasumsikan jika, banyaknya baliho dan billboard belum cukup untuk mengangkat tingkat elektabilitas. 

Sebab, nama Puan Maharani berada diurutan ke sembilan dengan tingkat elektabilitas 1,4 persen. Kemudian, Airlangga Hartarto memperoleh 1 persen. 

Sementara di posisi puncak, bertengger nama Ganjar Pranowo yang memperoleh 20,6 persen. Disusul nama Prabowo Subianto dan Anies Baswedan. 

Yunarto melanjutkan, massifnya pemasangan atribut baik berupa baliho dan sebagainya memang bisa berpengaruh terhadap tingkat pengenalan publik terhadap tokoh. Namun, untuk 

Survei tersebut, digelar dalam rentang waktu 12-20 Juli 2021 dengan melibatkan 1200 sampel. Metode yang digunakan adalah, multi stage random sampling dengan margin of error 2,83 persen. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved