Breaking News:

Pemkot Surabaya Tanggung Pendidikan 300 Anak yang Jadi Yatim Piatu Karena Covid-19

Pemkot Surabaya menyiapkan sejumlah program untuk ratusan anak di Surabaya yang jadi yatim piatu karena covid-19. Salah satunya beasiswa pendidikan

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: eben haezer
ist
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat menerima bantuan bertajuk dana jimpitan yang dikumpulkan para pelajar dari berbagai sekolah di Surabaya 

SURYAMALANG, SURABAYA - Banyak anak yang kehilangan orang tua selama pandemi Covid-19 lebih dari setahun ini. Pemkot Surabaya pun siap menanggung sekolah para anak yatim piatu tersebut hingga lulus kuliah mendatang. 

Berdasarkan catatan sementara Pemkot Surabaya, saat ini ada sekitar 300 anak yang orangtuanya meninggal karena terpapar Covid-19.

"Jumlahnya ada sekitar 300 anak. Sekarang, sedang kami lakukan survei," kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Jumat (13/8/2021). 

Dari hasil survei tersebut, pihaknya akan melakukan pemetaan. Pemetaan tersebut akan menentukan intervensi dilakukan pihaknya. 

Misalnya, apabila anak tersebut tinggal bersama saudaranya di tempat tinggal yang kurang laik maka pemkot akan menindaklanjuti. Di antaranya, memperbaiki rumah. 

"Pun kami juga bisa berikan asrama jika tidak punya rumah atau rumahnya tidak layak. Mereka bisa tinggal di asrama," kata Cak Eri. 

Pun apabila anak tersebut terpaksa putus sekolah, maka anak ini akan disekolahkan oleh Pemkot. Tempat tinggal hingga biaya pendidikan ditanggung pemerintah. 

"Kita juga akan biayai pendidikannya sampai dengan kuliah. Sehingga, anak-anak yang ditinggalkan orang tuanya ini masih merasa mempunyai keluarga besar, yaitu keluarga besar Kota Surabaya,” paparnya.

Pemkot memastikan tak akan lepas tangan membiarkan anak tersebut sendiri. Sebaliknya, Pemkot memastikan para anak tersebut bisa meraih cita-cita di masa depan. 

"Semuanya adalah untuk kepentingan warga Surabaya. Termasuk, untuk anak-anak yang ditinggalkan orang tua akan menjadi tanggungjawab pemerintah kota. Bagaimana mereka menjadi pemimpin di masa depan," katanya. 

Surabaya menjadi satu di antara daerah di Jatim yang memiliki yatim piatu akibat pandemi Covid-19. Di Jatim, ada sejumlah daerah lain yang juga mengalami kasus serupa akibat covid-19. 

Pemprov Jawa Timur pun saat ini sedang mendata anak-anak di Jatim yang berstatus yatim piatu atau ditinggal mati kedua orangtuanya akibat terpapar Covid-19. Pendataan sementara ada 5.000 lebih yatim piatu selama pandemi Covid-19.

Sejumlah program intervensi disiapkan dari pelatihan kewirausahaan hingga pelatihan pekerjaan profesional.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Dan Kependudukan Jatim Andriyanto menuturkan, anak-anak tersebut perlu mendapatkan pendampingan untuk tetap berkembang produktif tanpa kedua orangtuanya.

"Bentuk intervensi kami berupa peningkatan kapasitas dengan edukasi dan pelatihan kewirausahaan serta pelatihan pekerjaan profesional," kata Andriyanto, saat dikonfirmasi, Rabu (4/8/2021) lalu. (bob) 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved