PAD dan Pendapatan Transfer di Kota Malang Jauh dari Target
Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang mengalami penurunan pada APBD Perubahan tahun 2021 ini. Dari target Rp 696 miliar, tercapai Rp 259 miliar
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: eben haezer
Meski telah mendapatkan sorotan dari para anggota dewan, Sutiaji akan mengkoreksi lagi terkait pendapatan yang telah diterima oleh Kota Malang.
Salah satunya ialah PAD, dengan nanti akan memanggil Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) beserta dengan kepala maupun kepala bidang yang menaungi.
"Khusus untuk PAD ini, nanti akan kami koreksi lagi. Kami akan panggil Bapenda beserta dengan Kabid, agar mereka bisa menjelaskan pendapatan yang kita peroleh sampai Juli ini," ucapnya.
Sutiaji menjelaskan pada triwulan ketiga ini sudah bisa dilihat mana pendapatan yang turun maupun yang tidak.
Hal ini bisa dilihat dari pajak resto dan hotel yang bisa dipastikan turun imbas pandemi, maupun untuk pajak reklame, PBB dan BPHTB.
"Kalau BPHTB saya kira kemarin tidak turun ya. Kalau PBB kan pajak tahunan. Sedangkan hotel dan resto pasti turun. Makanya nanti akan kami koreksi kembali. Misalkan kalau kran ekonomi ini sudah dibuka per hari ini itu bisa sekitar Rp 30 miliar," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/pad-kota-malang-turun.jpg)