Bupati Tulungagung Menegaskan Tidak Menerima Honor Apapun Dari Penanganan Covid-19
Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo menegaskan tidak ada honor khusus untuk pejabat Pemkab Tulungagung dalam menangani Covid-19.
Penulis: David Yohanes | Editor: eben haezer
SURYAMALANG, TULUNGAGUNG - Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo menegaskan tidak ada honor khusus untuk pejabat Pemkab Tulungagung dalam menangani Covid-19.
Hal ini diungkapkan bupati, untuk menjawab polemik isu honor pemakaman pasien Covid-19 seperti di Kabupaten Jember.
"Tidak ada honor seperti itu. Salah kalau disebutkan semua daerah sama," ujar Maryoto dengan ketus.
Menurutnya, tidak ada alokasi anggaran khusus untuk pejabat.
Termasuk bantuan obat-obatan atau vitamin untuk para pejabat.
Bantuan yang ada adalah bantuan yang bersifat umum untuk penanganan Covid-19, seperti pengadaan obat-obatan.
"Tidak ada honor dari penanganan Covid-19. Apalagi honor dari pemakaman pasien yang meninggal dunia," terang Maryoto.
Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemkab Tulungagung, Ahmad Mugiono menimpali, selama ini memang tidak ada honor khusus penanganan Covid-19.
Rapat-rapat penanganan Covid-19 pun tidak ada honor yang dialokasikan, karena memang dilarang.
Penerima honor adalah para petugas yang menangani langsung para pasien.
"Misalnya dana insentif untuk tenaga kesehatan. Itu memang sudah dianggarkan dari pusat dan APBD," ujar Mamad, panggilan akrabnya.
Selain itu pihak yang memungkinkan bisa menerima honor adalah petugas pemakaman pasien Covid-19.
Selama ini petugas pemakaman ini diambilkan dari relawan tingkat desa.
Pendanaan pemakaman juga dialokasikan di setiap pemerintah desa, yang bersumber dari Dana Desa (DD).
Namun karena sifatnya hanya relawan, mereka lebih banyak tidak menerima honor secara khusus.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/bupati-tulungagung-maryoto-birowo.jpg)