Sabtu, 11 April 2026

Sempat Terima Honor Dari Setiap Pemakaman Jenazah Covid-19, Bupati Jember Minta Maaf

Bupati Jember, Hendy Siswanto meminta maaf karena adanya honor pemakaman jenazah covid-19 yang diterima sejumlah pejabat, termasuk dirinya.

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: eben haezer
surabaya.tribunnews.com/sri wahyunik
Bupati Jember, Hendy Siswanto menyampaikan permintaan maaf terkait honor pemakaman Covid-19 melalui rapat sidang peripurna DPRD Jember, Senin (30/8/2021) 

SURYAMALANG, JEMBER - Bupati Jember, Hendy Siswanto meminta maaf secara terbuka karena adanya honor pemakaman jenazah covid-19 yang diterima sejumlah pejabat, termasuk dirinya. 

Permintaan maaf itu disampaikan di hadapan puluhan anggota DPRD Jember saat rapat sidang paripurna DPRD Jember, Senin (30/8/2021).

Permintaan itu disebut terbuka karena juga disiarkan secara langsung melalui kanal Youtube Pemkab Jember.

Sebab, rapat paripurna itu memang berlangsung secara daring dan luring. Kanal daringnya melalui aplikasi zoom, selain disiarkan juga melalui nakal Youtube Pemkab Jember.

Rapat paripurna itu sebenarnya beragendakan penyampaian nota pengantar Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Jember tahun 2021 - 2026.

Setelah membuka pidatonya, Bupati Hendy rupanya memilih menyampaikan permintaan maaf terlebih dahulu.

"Dalam majelis dan kesempatan yang sangat mulia ini, izinkanlah saya menyampaikan, bahwa beberapa hari  belakangan ini, Jember penuh kegaduhan, hingga menjadi sorotan dan pemberitaan yang menasional. Maka di hadapan majelis anggpta DPRD Jember, selaku bupati dan kepala daerah Kabupaten Jember, dari lubuk jiwa yang terdalam, dan penuh kerendahan hati, saya meminta maaf atas kegaduhan ini," ujar Hendy.

Menurutnya, kegaduhan tersebut telah menimbulkan ketidaknyamanan bagi seluruh masyarakat Jember.

Lebih lanjut, Hendy mengucapkan terima kasih kepada seluruh rakyat Jember dan semua pihak yang telah mengkritik agar asa kepantasan dan moralitas dijunjung tinggi dalam aspek pemerintahan.

"Ini menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi kami dan seluruh jajaran birokrasi Pemerintah Kabupaten Jember," imbuhnya.

Kritik dan saran tersebut, disebut Hendy sebagai bentuk cinta kasih terhadap dirinya dan Kabupaten Jember. Setelah mengambil hikmah dari kegaduhan honor pemakaman pasien Covid-19 yang ditujukan untuknya dan tiga pejabat Pemkab Jember, dirinya langsung mengambil beberapa langkah.

Langkah-langkah tersebut antara lain mengembalikan seluruh honor pemakaman Covid-19 yang diterima pejabat Pemkab Jember ke kas negara. "Sehingga tidak terjadi kerugian keuangan negara," terangnya.

Kemudian, pihaknya juga mengevaluasi seluruh regulasi dan peraturan bupati serta akan melakukan pembenahan birokrasi di Pemkab Jember.

Bupati Hendy juga meminta anggota DPRD, jurnalis, dan seluruh elemen masyarakat turut mengawasi jalannya kebijakan dan pelayanan birokrasi Pemkab Jember.

"Permintaan maaf ini kami sampaikan karena kami berkomitmen menanamkan sense of crisis di masa pandemi ini. Kami tidak ingin melukai hati seluruh rakyat Jember, juga secara umum seluruh rakyat Indonesia," pungkasnya.

Baca juga: Akhiri Polemik, Bupati Jember dan Pejabatnya Kembalikan Honor Pemakaman Pasien Covid-19 ke Kasda

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved