Jurnalis Seharusnya Memberi Ruang kepada Masyarakat Terdampak Pandemi

Jurnalis dituntut bisa memberi ruang kepada para pihak yang betul-betul menjadi korban akibat pandemi Covid-19.

Penulis: Benni Indo | Editor: eben haezer
surabaya.tribunnews.com/benni indo
diskusi mengenai pemberitaan di masa pandemi yang mendatangkan Imam Wahyudi sebagai Ahli Pers. Ia mendorong agar para jurnalis bisa memberikan ruang kepada masyarakat terdampak agar bisa menyuarakan pendapatnya. 

SURYAMALANG, BATU – Jurnalis dituntut bisa memberi ruang kepada para pihak yang betul-betul menjadi korban akibat pandemi Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Ahli Pers Dewan Pers, Imam Wahyudi saat mengisi kegiatan yang dihadiri oleh para jurnalis skala nasional dan lokal di Kota Batu, Minggu (5/9/2021).

Dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) itu, Imam mengingatkan fungsi dan tanggung jawab jurnalis kepada publik.

Menurutnya, masyarakat merupakan kelompok yang paling terdampak akibat pandemi dan segala kebijakan tentang pandemi, seperti pembatasan kegiatan. Namun dalam sejumlah pemberitaan, narasumber utama masih banyak berasal dari pihak pemerintah. Menurut Imam hal tersebut harus diperbaiki agar masyarakat yang terdampak bisa mendapatkan tempat menyuarakan kondisinya.

"Saya melihat ratusan karya jurnalistik tentang liputan kebencanaan pandemi Covid-19 hanya menggunakan satu narasumber dari pihak Pemerintah. Sebaliknya dari pihak yang terdampak tidak mendapat tempat,” kata Imam, Minggu (5/9/2021).

Dengan tidak memberi ruang kelompok masyarakat terdampak, jurnalis telah menyalahi tiga dasar konsep penulisan karya jurnalistik di dalam koridor sistem demokrasi, yakni kebebasan, persamaan dan persaudaraan.

Ia justru menyarankan agar menulis berita bisa dimulai dari kelompok yang terdampak atau victim. Lalu mengkonfirmasi kepada pihak yang bertanggungjawab atau responsible.

“Bisa jadi orang yang bertanggungjawab ini juga korban karena disuruh atasannya. Maka memang harus jeli,” katanya.

Ia mengambil contoh pemberitaan vaksinasi. Dalam banyak berita, narasumber hanya berasal dari pihak pemerintah, sedangkan warga yang menerima vaksin jarang diberi ruang untuk berkomentar. Padahal, warga adalah kelompok yang terdampak.

“Dengan pemberitaan yang seimbang dalam berita kebencanaan, maka pers telah menempatkan diri sebagai pilar demokrasi. Yakni hak atas mendapatkan informasi dan hak untuk menyampaikan pendapat,” bebernya

PJ Kegiatan Press Camp yang juga Komisioner Bidang Kelembagaan KPI Pusat, Hardly Stefano Pariella menyampaikan bahwa kegiatan bersama media tersebut bertujuan untuk mendukung para jurnalis agar produk jurnalistiknya betul-betul bermanfaat bagi masyarakat.

"Kegiatan ini untuk mendukung temen-temen media agar lebih berkualitas dalam pemberitaan. Pasalnya media yang selama ini membentuk opini dan respon masyarakat,” katanya.

Menurutnya, landscape penyiaran dan informasi telah berubah saat ini. Dari yang sebelumnya analog, berproses menjadi digital. Informasi yang baik, benar dan berkualitas pun dibutuhkan. Sedangkan pihak yang dapat memproduksi kebutuhan informasi itu salah satunya adalah para jurnalis.

Kerisdianto, jurnalis lokal yang mengikuti kegiatan tersebut berpendapat bahwa peran jurnalis sangat penting, terutama memberikan edukasi kepada masyarakat di masa pandemi. Pasalnya, tidak sedikit orang yang tidak percaya adanya virus Covid-19.

“Kegiatan ini memberikan wawasan bagaimana seharusnya memberitakan agar ketika dibaca atau dikonsumsi masyarakat, mereka menjadi tahu. Artinya, ada wawasan yang mereka terima. Ini memang tidak mudah dilakukan, maka dari itu perlu adanya kegiatan yang dapat meningkatkan kompetensi jurnalis,” katanya.

Kerisdianto yang selama ini liputan di Kota Batu juga merasakan pengalaman melipur pandemi yang menurutnya cukup mendebarkan. Di satu sisi, ia khawatir akan kesehatannya, namun di sisi lain ada kewajiban yang harus dilakukan berkaitan dengan profesinya.

“Saya sempat dilema tapi memang harus dikerjakan karena ini tanggungjawab pekerjaan,” paparnya. (Benni Indo)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved