Kota Malang Masuk PPKM Level 3, Tapi Tempat Wisata Masih Ditutup

PPKM Level 3 masih belum mengubah regulasi di sektor pariwisata. Destinasi wisata di Kota Malang masih tetap ditutup sementara.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: eben haezer
SURYAMALANG.COM/Rifky Edgar
Kepala Disporapar Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni 

Reporter : Kukuh Kurniawan

SURYAMALANG, MALANG - Kota Malang telah masuk ke dalam PPKM Level 3. Turunnya level tersebut membuat adanya beberapa kelonggaran.

Namun ternyata, PPKM Level 3 masih belum mengubah regulasi di sektor pariwisata. Destinasi wisata di Kota Malang masih tetap ditutup sementara.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Disporapar Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni.

Dirinya menjelaskan, penutupan destinasi wisata telah tertuang dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Malang No 52 Tahun 2021 Tentang Pelaksanaan PPKM Level 3.

Dalam SE tersebut dinyatakan bahwa, seluruh fasilitas umum yang terdiri dari area publik, taman umum, hingga tempat wisata masih ditutup sementara.

"Destinasinya belum, kan SE Wali Kota Malang terbaru ada. Jadi untuk destinasi daya tarik wisata masih tutup sementara, karena dia termasuk tempat umum," terangnya.

Dirinya menerangkan, meski destinasi wisata masih tutup, untuk sektor kuliner mengalami pelonggaran. Misalnya, usaha kuliner outdoor diperbolehkan melakukan dine in atau makan di tempat dengan batasan waktu 30 menit.

"Kalau kuliner indoor masih take away. Tapi yang outdoor, boleh dine in dengan durasi paling lama 30 menit," jelasnya.

Dirinya mengungkapkan, pihaknya juga berencana menerapkan aplikasi PeduliLindung kepada seluruh sektor wisata, hotel hingga restoran. Karena penggunaan aplikasi tersebut, bertujuan untuk mempermudah skrining pengunjung maupun wisatawan.

"Semua (wisatawan hingga pengunjung) harus vaksin. Sudah dibicarakan dengan pak Wali Kota. Kalau instruksi beliau, sudah kami anggap pemberlakuan," ungkapnya.

Ida Ayu juga menyebutkan bahwa hingga saat ini sudah sekitar tiga ribu pelaku usaha di sektor pariwisata, mulai dari perhotelan, restoran, seniman hingga tempat wisata telah menerima vaksinasi Covid-19.

Untuk pengalokasian vaksin, lanjut Ida, disiapkan sebanyak 4.000 dosis. Hal ini dilakukan, sebagai bentuk kesiapan jika nantinya sektor pariwisata kembali dibuka.

"Semua yang tercatat ada 4.000 sekian. Yang 3.000 sekian itu sudah divaksin dosis kedua. Sementara yang lainnya, mereka ada yang juga vaksin di luar. Tapi yang jelas vaksin di Kota Malang telah berjalan di Faskes," bebernya.

Bagi destinasi wisata andalan Kota Malang, yakni Kampung Tematik, seperti halnya Kampung Warna-Warni Jodipan (KWJ), Kampung 3D dan yang lainnya, para pelaku usaha wisata tersebut pun juga wajib mengikuti vaksinasi.

"Untuk kampung tematik, itu vaksinasinya melalui RT/RW atau Kelurahan," tandasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved