Berita Probolinggo Hari Ini
Ada Bupati 'Bayangan' di Balik Puput Tantriana Sari, Inilah Sosok Penentu Kebijakan di Probolinggo
Ada bupati 'bayangan' di balik Bupati non-aktif Probolinggo, Puput Tantriana Sari.
SURYAMALANG.COM - Ada bupati 'bayangan' di balik Bupati non-aktif Probolinggo, Puput Tantriana Sari.
Bahkan bupati 'bayangan' ini memiliki peran lebih besar dibandingkan Puput.
Bupati 'bayangan' itu adalah anggota DPR RI yang sekaligus sang suami, Hasan Aminuddin.
Ketua KPK, Firli Bahuri menyebut Tantri disetir oleh Hasan Aminuddin.
KPK sudah menetapkan Puput dan Hasan sebagai tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Probolinggo Tahun 2021.
"Semua keputusan yang akan diambil bupati harus dengan persetujuan suami bupati, termasuk pengangkatan pejabat harus lewat suaminya dan suaminya membubuhkan paraf dulu," ujar Firli lewat keterangan tertulis, Selasa (7/9/2021).
Menurut Firli, tindakan Hasan yang menyetir Puput merupakan kesalahan.
Hasan tidak bisa ikut campur meskipun dirinya mantan bupati Probolinggo.
Pasalnya, saat ini Hasan merupakan wakil rakyat yang bekerja di Kompleks Parlemen, Senayan.
Firli yakin tindakan Hasan ini memperburuk kualitas kerja pejabat di Probolinggo.
"Kalau ini terus terjadi, sulit rasanya masyarakat menerima pelayanan yang mudah, murah, dan berkualitas terbaik," kata Firli.
KPK total menetapkan 22 orang sebagai tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan kepala desa (kades) di lingkungan Pemkab Probolinggo Tahun 2021.
Sebagai penerima, yakni Bupati Probolinggo periode 2013-2018 dan 2019-2024 Puput Tantriana Sari (PTS) dan suaminya anggota DPR RI periode 2014-2019 dan 2019-2024 dan pernah menjabat sebagai Bupati Probolinggo 2003-2008 dan 2008-2013, Hasan Aminuddin (HA).
Kemudian, Doddy Kurniawan (DK), aparatur sipil negara (ASN)/Camat Krejengan, Kabupaten Probolinggo, dan Muhammad Ridwan selaku ASN/Camat Paiton, Kabupaten Probolinggo.
Sementara 18 orang sebagai pemberi merupakan ASN Pemkab Probolinggo, yaitu Sumarto (SO), Ali Wafa (AW), Mawardi (MW), Mashudi (MU), Maliha (MI), Mohammad Bambang (MB), Masruhen (MH), Abdul Wafi (AW), Kho'im (KO).