Berita Batu Hari Ini
Ada Kontradiksi Dalam Asesmen PPKM di Kota Batu, dari Kemenkes PPKM Level 2, di Inmendagri Level 3
Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, mengatakan Kota Batu dan Kabupaten Malang masuk level 2 berdasarkan asesmen Kementerian Kesehatan RI.
Penulis: Benni Indo | Editor: isy
Berita Batu Hari Ini
Reporter: Benni Indo
Editor: Irwan Sy (ISY)
SURYAMALANG.COM | BATU - Kota Batu masih berstatus PPKM Level 3 berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri No 42 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3 dan Level 2 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali.
Dalam Inmendagri itu, Kota Batu masuk level 3 bersama 81 daerah lainnya di Indonesia.
Sedangkan menurut informasi yang dikeluarkan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur di akun resmi Instagramnya, Kota Batu masuk level 2 menurut asesmen situasi Covid-19 oleh Kementerian Kesehatan RI.
Ada 19 daerah di Jawa Timur yang masuk level 2 menurut asesmen Kementerian Kesehatan RI.
Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko, mengatakan Kota Batu dan Kabupaten Malang masuk level 2 berdasarkan asesmen Kementerian Kesehatan RI.
Namun ia tidak menjelaskan detail perbedaan antara asesmen Kementerian Kesehatan RI dengan Inmendagri No 42 Tahun 2021.
Ia pun mengatakan bahwa wisatawan dan tempat umum bisa dibuka dengan protokol kesehatan.
Tempat wisata yang buka harus membatasi jumlah pengunjung yakni 25 hingga 50 persen.
Selain itu, tempat wisata harus menyediakan fasilitas PeduliLindungi.
Jubir Satgas Covid-19 Kota Batu Ony Ardianto menambahkan, SE Wali Kota Batu No 440/12/SE/422.104/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 Corona Cirus Disease 2019 di Kota Batu menegaskan bahwa Kota Batu masih di level 3.
SE yang ditandatangani pada 13 September 2021 itu dikeluarkan berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri No 42 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat Level 4, Level 3 dan Level 2 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali
"Yang dikatakan wali kota benar kalau Kota Batu berada di level 2 menurut assessment Kemenkes RI, namun karena adanya regulasi baru ini, membuat Kota Batu masih ada di level 3,” ujarnya.
Dikatakan Ony, parameter capaian vaksinasi untuk bisa berada di level 2 harus menyentuh 50 persen dan vaksinasi lansia sudah mencapai 40 persen.
Sementara Kota Batu, jumlah cakupan vaksin dosis pertama sebanyak 47.20 persen dan dosis 2 mencapai 24.70 persen.
“Apabila ditinjau dari 14 indikator bersatu lawan covid, kondisi Kota Batu pada minggu ini dengan skor 2.5 termasuk zona kuning atau wilayah dengan status risiko rendah,” tegas Ony.
Kakesdam V/Brawijaya Kolonel Ckm dr Yanuar, menjelaskan arahan Presiden RI melalui Panglima TNI dan Kapolri untuk optimalisasi Malang Raya, terutama Kota Batu untuk memaksimalkan vaksinasi.
Informasi itu ia sampaikan saat rapat evaluasi bersama.
Berdasarkan keterangan resmi dari Diskominfo Kota Batu, Yanuar menegaskan bahwa situasi Kota Batu berdasarkan asesmen per 12 September sudah masuk dalam level 2 atau zona kuning.
"Harapan kami level bisa semakin rendah, wisata bisa dibuka dengan menerapkan prokes, termasuk pembelajaran tatap muka (PTM) dilakukan dengan 50 persen siswa,” katanya.
Kakesdam V juga menargetkan 7.000 vaksinasi perhari untuk Kota Batu.
Ia minta dukungan dari pemerintah desa, dokter, Puskesmas dan tenaga kesehatan bekerja maksimal agar tujuan bisa dicapai.