Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Insiden Drone di Yogyakarta, Penasehat Pengurus FDI Jatim Sebut Pilot Drone Harus Punya Sertifikat

Paspampres mengamankan dua orang operator drone di Pos Tibkamdal, Istana Kepresidenan Gedung Agung Yogyakarta

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: isy
Kukuh Kurniawan/TribunJatim.com
Penasehat Pengurus Federasi Drone Indonesia (FDI) Jatim, Arya Dega. 

Berita Malang Hari Ini
Reporter: Kukuh Kurniawan

SURYAMALANG.COM, MALANG - Paspampres mengamankan dua orang operator drone di Pos Tibkamdal, Istana Kepresidenan Gedung Agung Yogyakarta, Minggu (12/9/2021) lalu.

Diketahui, mereka ditangkap karena menerbangkan drone dengan radius 5 meter dan tinggi 50-75 meter.

Penerbangan drone ini tidak ada unsur kesengajaan untuk dipergunakan dalam rangka perbuatan pidana.

Namun ternyata, operator drone tidak memiliki sertifikat untuk menerbangkan dan pengoperasian drone di kawasan Malioboro.

Menanggapi hal tersebut, Penasehat Pengurus Federasi Drone Indonesia (FDI) Jatim, Arya Dega, langsung angkat bicara.

"Kalau sertifikasi tidak punya, bisa jadi karena pilot drone itu minim wawasan soal regulasi, teknis perizinan, dan segala macamnya," ujarnya saat ditemui TribunJatim.com (grup SURYAMALANG.COM), Kamis (16/9/2021).

Dirinya juga menjelaskan, meski sudah memiliki sertifikat, bukan berarti pilot drone bebas menerbangkan drone di mana saja.

Karena ada beberapa tempat yang berada di Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) yang dilarang, seperti fasilitas instalasi militer, fasilitas kenegaraan, dan bandara.

"Semua itu, baru didapat dari sertifikasi tersebut. Sering saya bilang ke teman-teman, minimal setidaknya pilot drone itu ikut sertifikasi. Paling tidak, bisa mencegah insiden seperti ini," ungkap alumnus Fakultas MIPA Universitas Brawijaya (UB) Malang ini.

Selain itu, Arya selalu menekankan pentingnya komunitas atau federasi.

Dalam menyosialisasikan apa yang boleh dan apa yang tidak boleh ketika menerbangkan pesawat tanpa awak ini.

"Wawasan seputar hal ini, baru bisa didapatkan dengan bergabung bersama komunitas atau bahkan federasi. Karena dengan mengikuti komunitas, otomatis juga terpacu untuk mengikuti sertifikasi. Sertifikasi adalah soal peningkatan kapasitas kompetensi menjadi pilot drone profesional, termasuk regulasi hingga mengenal wilayah-wilayah udara yang dilarang," tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved