Breaking News:

Launching TribunMataraman

Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR: Jalur Pansela akan Jadi Pembuka Wisata di Wilayah Mataraman

Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR, Dr Ir Hedy Rahadian MSc, mengungkapkan saat ini pihaknya telah menyelesaikan Jalur Pansela Jawa sepanjang 98 km.

Penulis: sulvi sofiana | Editor: isy
TribunMataraman.com
Dirjen Bina Marga Dr Ir Hedy Rahadian MSc. 

Berita Surabaya Hari Ini
Reporter: Sulvi Sofiana
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | SURABAYA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Bina Marga terus meningkatkan kemantapan jalan Pantai Selatan (Pansela) Jawa sepanjang 1.604 kilometer yang membentang dari Provinsi Banten hingga Jawa Timur.

Hal ini menjadi pembahasan dalam webinar nasional bertema 'Percepatan Pembangunan Perekonomian Wilayah Mataraman'. 

Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR, Dr Ir Hedy Rahadian MSc, mengungkapkan saat ini pihaknya telah menyelesaikan Jalur Pansela Jawa sepanjang 98 kilometer. 

Jalur ini dianggap penting dalam membangun wilayah mataraman karena menghubungkan wilayah Tengah dan Utara dengan wilayah selatan.

"Kami lihat pengguna produk di Selatan itu dari tengah dan utara. Jadi kami memberikan perhatian khusus bagaimana mengkoneksikan jalur ini, katena tanpa akses dari tengah dan utara ke selatan maka akan sepi,"urainya.

Wilayah utara merupakan jalur ekonomi, sementara wilayah selatan merupakan jalur wisata karena karakter alam dan wisata budaya mendukung.ungkapnya dalam webinar peluncuran situs berita TribunMataraman.com (bagian dari Tribunnews.com), Jumat (17/9/2021).

"Kalau bicara Jawa Timur khususnya kawasan Mataraman tentu upaya kita bagaimana mendorong pertumbuhan ekonomi. Ekomoni bisa tergerak tergantung dengan pergerakan barang dan orang. Untuk itu perlu sarana jalan raya,"urainya.

Dan fasilitas ini diberikan agar daerah yang selama ini terisolir bisa ditingkatkan.

Apalagi untuk Mataraman memang perlu hati-hati dalam pembangunan sarana jalan  karena konturnya pegunungan perbukitan.

"Jadi tujuan kita memberikan jaringan jalan ini untuk mendorong perekonomian sesuai karakteristik alam. Kalau kita membangun jalan kemudian tidak ada pengembangan pusat ekonomi tentunya jalannya tidak bermanfaat,"tegasnya.

Iapun melihat di Mataraman ini kekuatannya pada masalah wisata budaya, keindahan alam dan sejenisnya.

Berbeda dengan area utara yang didominasi pelabuhan besar, yang akhirnya mobilitasnya berbeda. 

"Masalah konservasi juga harus diperhatikan dalam membangun jalan. Bagaimana memperbaiki akses Mataraman ini, jadi kami meningkatkan travel time di koridor arah pantura,"tegasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved