Berita Malang Hari Ini

Pangdam V/Brawijaya Pimpin Upacara Penutupan Pelatihan Dasar Komcad Matra Darat 2021

upacara penutupan pelatihan dasar kemiliteran Komponen Cadangan (Komcad) Matra Darat 2021 di Dodikjur Rindam V/Brawijaya, Jalan Mayjen M Wiyono.

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Zainuddin
Kodim 0833 Kota Malang
Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto memimpin upacara penutupan pelatihan dasar kemiliteran Komponen Cadangan (Komcad) Matra Darat 2021 di Dodikjur Rindam V/Brawijaya, Sabtu (18/9/2021). 

Reporter : Kukuh Kurniawan

SURYAMALANG.COM, MALANG - Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto didampingi Dandin 0833/Kota Malang, Letkol Arm Ferdian Primadhona memimpin upacara penutupan pelatihan dasar kemiliteran Komponen Cadangan (Komcad) Matra Darat 2021 di Dodikjur Rindam V/Brawijaya, Jalan Mayjen M Wiyono, Kota Malang,  Sabtu (18/9/2021) pagi.

Upcara ini dihadiri oleh 500 peserta upacara dari Komcad Matra Darat.

Suharyanto mengapresias kesiapan dan kerelaan para peserta ikut menjadi bagian dari Komponen Cadangan.

"Kerelaan ini merupakan wujud tanggung jawab bersama akan pentingnya kesadaran bela negara bagi seluruh rakyat Indonesia. Mengingat, bela negara bukan hanya menjadi tanggung jawab Kementerian Pertahanan, TNI dan Polri semata, namun bela negara merupakan tugas dan kewajiban kita semua sebagai warga negara Indonesia," ujar Suharyanto kepada SURYAMALANG.COM, Sabtu (18/9/2021).

Suharyanto menjelaskan sistem pertahanan negara Indonesia adalah sistem pertahanan yang bersifat semesta.

Artinya, melibatkan seluruh warga negara, wilayah, dan sumber daya nasional lainya, serta dipersiapkan secara dini oleh pemerintah.

"Hal tersebut sejalan dengan isi UU 23/2019 Tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional (PSDN) untuk Pertahanan Negara dan Peraturan Pemerintah (PP) 3/2021 tentang Peraturan Pelaksanaan UU Nomor 23 tahun 2019 Tentang PSDN untuk Pertahanan Negara."

"UU dan PP tersebut ditegaskan perlu dibentuk dan disiapkan sejak dini Komponen Cadangan untuk memperkuat Komponen Utama.

"Dalam prosesnya, harus didasarkan pada kebutuhan kekuatan dan kemampuan kekuatan pertahanan negara Indonesia dengan memadukan antara kekuatan pertahanan militer dan non militer," bebernya.

Melalui kegiatan pelatihan dasar kemiliteran, diharapkan anggota Komponen Cadangan dapat melaksanakan tugas di satuan jajaran TNI, sehingga mampu memperkuat kekuatan komponen utama dalam menghadapi ancaman.

"Tidak hanya berhenti sampai di sini, setelah penutupan kegiatan pelatihan dasar kemiliteran Komponen Cadangan pada hari ini, akan dilanjutkan dengan materi latihan pembulatan Komponen Cadangan," tambahnya.

Dirinya juga kembali menekankan, penggunaan Komponen Cadangan untuk tugas dalam menghadapi ancaman militer dan ancaman hibrida. Dan penggunaan Komponen Cadangan dalam suatu operasi militer, dilaksanakan melalui keputusan politik pemerintah yaitu Presiden dengan persetujuan DPR RI.

"Sehingga, tidak ada anggota Komponen Cadangan yang melakukan kegiatan mandiri," terangnya.

Sumber: Surya Malang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved