Solusi Satgas Bagi Pasien dan Penyintas Covid-19 yang Alami Depresi, Ada 7 Hal yang Bisa Dilakukan
Berikut ini adalah solusi dari Satgas bagi pasien Covid-19 dan penyintas Covid-19 yang mengalami depresi saat isolasi mandiri atau setelah sembuh.
Penulis: Frida Anjani | Editor: Eko Darmoko
SURYAMALANG.COM - Berikut ini adalah solusi dari Satgas bagi pasien Covid-19 dan penyintas Covid-19 yang mengalami depresi saat isolasi mandiri atau setelah sembuh.
Setidaknya ada tujuh hal yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan mental tetap stabil saat terpapar virus corona atau Covid-19.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) telah mengeluarkan Buku Panduan tentang Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (HKJS) 2021.
Dalam buku itu terdapat daya yang memperlihatkan bahwa ada kenaikan masalah kecemasan di masa pademi Covid-19.
Disebutkan dalam buku itu bahwa orang yang mengalami masalah kecemasan termasuk pasien dan penyintas Covid-19.
"Diperkirakan sekitar 32,6 persen sampai 45 persen penduduk yang terkena Covid-19 mengalami gangguan depresi, sedangkan 10,5 persen sampai 26,8 persen penyintas Covid-19 mengalami gangguan depresi," seperti dikutip dari situs covid19.go.id, Senin (11/10/2021).
Kemudian hampir seluruh penyintas Covid-19 dikatakan mengalami gangguan tidur.
Dalam buku itu juga disebutkan bahwa anak dan remaja secara umum menjadi kelompok paling rentan dengan risiko masalah kesehatan mental.
Psikolog anak, remaja, dan keluarga, sekaligus salah satu pendiri Ruang Tumbuh, Irma Gustiana Andriani menjelaskan, di masa seperti ini sangat dibutuhkan dukungan orang tua.
“Dukungan psikososial sangat dibutuhkan anak dalam situasi yang tidak biasa ini. Untuk menjaga kesehatan mental anak dalam kondisi sehat, orangtua harus mengkondisikan rumah sebagai tempat aman dan nyaman bagi anak adaptasi di masa pandemi,” katanya.
Menurut Irma, dukungan dapat diberikan melalui stimulasi, supervisi, pendampingan, juga pengawasan.
Orang tua juga bisa mencari pertolongan profesional bila terdapat masalah pada anak, misalnya dengan konsultasi ke psikolog atau dokter anak.
Namun, secara umum, masalah kesehatan mental yang meningkat harus dihadapi bersama dengan saling mendukung antara satu dengan yang lainnya.
Pendiri platform online untuk kesehatan mental masyarakat, Aplikasi KALBU, Iman Hanggautomo mengatakan kesehatan mental sangat penting karena antara kesehatan mental dan kesehatan fisik adalah dua hal yang saling menunjang satu dengan lainnya.
“Kalau kesehatan mental terganggu bisa menyebabkan masalah pada hipertensi atau jantung. Begitu juga sebaliknya. Maka dua hal ini harus berjalan beriringan,” kata Iman ketika diwawancara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/solusi-satgas-bagi-pasien-dan-penyintas-covid-19-yang-alami-depresi-ada-7-hal-yang-bisa-dilakukan.jpg)