Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, Sutiaji Sebut Ada 607 Hektare Daerah Rawan Longsor di Malang

Sebanyak 607 hektare daerah yang berada di daerah sekitar sungai di Kota Malang menjadi daerah rawan longsor.

Pemkot Malang
Wali Kota Malang Sutiaji saat memimpin gelar apel untuk mengantisipasi bencana hidrometeorologi di Balaikota Malang, Senin (25/10/2021). 

Berita Malang Hari Ini
Reporter: Rifky Edgar
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | MALANG - Sebanyak 607 hektare daerah yang berada di daerah sekitar sungai di Kota Malang menjadi daerah rawan longsor.

Apel ini digelar sebagai bentuk kesiapsiagaan sekaligus langkah kongkrit Pemerintah Kota (Pemkot) Malang bersama TNI/Polri dalam menghadapi potensi terjadinya bencana alam hidrometeorologi di wilayah Kota Malang

“Tidak ada daerah yang istilahnya aman terhadap bencana. Terlebih sekarang ada ancaman puting beliung, dan sebagainya. Maka secara menyeluruh di Jawa Timur, hari ini dilaksanakan apel kesiapsiagaan penanggulangan bencana alam tadi,” ucap Wali Kota Malang, Sutiaji saat memimpin Apel Gelar Pasukan Kesiapan Penanggulangan Bencana Alam Tahun 2021 di Wilayah Kota Malang di Balaikota Malang, Senin (25/10/2021).

Dengan digelarnya apel ini diharapkan dapat terbentuk koordinasi dan sinergitas Pemkot, Forkopimda Kota Malang bersama masyarakat guna meningkatkan kewaspadaan terhadap terjadinya bencana alam hidrometeorologi di Kota Malang

Kewaspadaan bersama ini perlu ditingkatkan, terlebih saat ini akan memasukui musim penghujan.

Menurut Sutiaji, Kota Malang menjadi salah satu titik yang berpotensi mengalami bencana

Apabila intensitas curah hujan meningkat dapat menimbulkan terjadinya banjir, tanah longsor, maupun angin puting beliung. 

Terlebih potensi banjir dapat terjadi karena teradapat sebagian wilayah Kota Malang yang berhimpitan dengan sungai.  

“Antisipasi terhadap bencana itu sangat penting. Maka dari itu, perlu kiranya hari ini dilaksanakan apel kesiapsiagaan penanggulangan bencana," ucap pria kelahiran Lamongan itu.

Tak hanya itu, Sutiaji juga mengatakan, bahwa Pemkot Malang telah melakukan berbagai upaya preventif sebagai bentuk mewaspadai bencana hidrometeorologi.

Salah satu upaya preventif itu adalah meminta kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar melakukan mitigasi bencana, seperti Dinas Lingkungan Hidup, BPBD, DPUPRPKP Kota Malang agar aktif melakukan gerakan angkut sampah dan sediken (GASS) dan melakukan inventarir pohon yang rawan tumbang.

Selain itu, Pemkot juga menyiapkan pompa untuk mengantisipasi jika ada genangan saat terjadi hujan, agar tidak sampai menimbulkan kerugian secara masif.

"Ini yang kita kuatkan bersama. DLH dan DPUPRKP juga keliling terus untuk pengecekan timbunan sampah, serta menginventarisir pohon-pohon yang sudah tua,” tandasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved